Gelembung Sabun Terindah dan Terbesar di Dunia ( Foto )

Seniman selalu menemukan cara untuk mengekspresikan dirinya atau idenya.

Adalah Samsam Bubbleman atau dikenal sebagai ‘Bubbleologist’ merupakan seniman yang bisa menjadikan gelembung sabun sebagai sebuah seni bernilai tinggi. Keahliannya menjadikannya salah seorang yang bisa membuat gelembung sabun menjadi beraneka ragam bentuk dan menjadi yang terbesar didunia.
Berikut Photo-photo menarik Aksi Samsan seperti yang pernah dilansir oleh Telegraph.

Sumber : kapanlagi

Wow Bocah 9 Th, Berat Badan 146 Kg

Dzhambik Khatokhov, bocah berusia 9 tahun memiliki berat 146 kilogram dengan tinggi 158 sentimeter.

“Dia terus tumbuh ke atas dan ke samping. Apa yang bisa saya perbuat, karena memang beginilah dia sebagaimana diciptakan Tuhan,” kata Nelya, ibu Dzhambik, seperti dikutip The Sun.

Ukuran sepatu Dzhambik pun sama dengan orang dewasa. Orangtuanya tidak curiga putranya akan menjadi semakin gemuk. Namun, tanda-tanda kegemukan mulai muncul sejak usia satu tahun dengan berat badan mencapai 13 kg. Hingga pada usia 3 tahun, dia sudah bisa mengangkat beban seberat 15 kg.

Sadar akan potensinya, Dzhambik pun pernah pergi ke Jepang pada 2004 untuk belajar sumo.

Sumber : okezone

Geger Penemuan Emas Batangan Bergambar Tokoh Wayang

koin masRabu, 24 Juni lalu, rumah Muslim di Dusun Cempaka, Desa Kalimas, ramai dikunjungi. Warga ingin melihat emas batangan yang ditemukan Muslim bersama tiga temannya.

Sudah tiga tahun Muslim tinggal di Kalimas. Sebelumnya, dia berdiam di Teluk Pakedai. Rumahnya yang sekarang dibeli dari seorang kenalannya. ”Rumah itu saya beli. Tapi, tanahnya warisan dari bapak. Saya baru tinggal di Kalimas,” katanya.

Sebelum menemukan emas, Muslim mengaku bermimpi didatangi delapan ekor ular. Tujuh ekor ular berhasil dia bunuh. Satu lagi dilemparkan ke luar rumah. ”Saya juga mimpi diserang penyengat dan naik sampan besar persis di sungai depan rumah. Mimpi itu berbeda dari mimpi biasanya,” ungkapnya.

Rumbaka, salah seorang teman Muslim, menyatakan menggali parit sejak beberapa waktu lalu. Dia juga mengaku mendapatkan mimpi yang aneh. ”Saya sangka mimpi itu adalah petunjuk untuk nomor togel. Setelah mimpi itu, saya berinisiatif membeli togel. Siapa tahu beruntung. Tapi, setelah dicoba sampai tiga kali, keberuntungan tidak datang,” ujarnya.

Ternyata, lanjut dia, mimpi tersebut merupakan tanda bahwa dirinya akan menemukan emas itu. Sekitar pukul 17.00, saat sedang melanjutkan menggali parit, tiba-tiba dia merasakan seperti ada benda keras mengenai tangannya. ”Setelah saya pegang, ternyata benda itu berwarna kuning dan persegi panjang. Kemudian, saya mengangkat barang tersebut. Ternyata sebuah emas,” tegasnya.

Hal yang sama dialami Muslimin, teman Muslim lainnya, yang juga mendapatkan barang berharga itu. Saat menemukan, kejadiannya sama dengan yang dialami Rumbaka. Jarak penemuan emas pertama dengan yang kedua satu hingga dua meter. ”Saya juga sedang bekerja di tempat Pak Muslim. Saat itu, saya sedang memecah tanah dan merasakan ada benda keras menyentuh tangan. Ternyata, benda yang saya angkat itu adalah emas,” ujarnya.

Musa, 40, yang juga warga Desa Kalimas, menemukan benda di tempat yang sama. Namun, kali ini dia menemukan benda seperti telur berwarna bening. Isinya adalah tokoh wayang Semar yang diperkirakan juga dari emas. ”Saya menemukan di ujung parit dekat sungai. Saat itu, saya ingin menanam pisang di pinggir parit baru tersebut,” paparnya.

Yani, warga Desa Kalimas, menuturkan bahwa di tempat itu sering ditemukan benda-benda berharga yang bernilai sejarah. Sebelumnya juga ditemukan beberapa meriam kecil. ”Memang, di tempat kami sudah sering ditemukan benda-benda kuno. Menurut cerita, dulu banyak orang kaya yang menyembunyikan harta bendanya dengan cara dikubur di tempat ini. Hal itulah yang sekarang ditemukan di tempat Pak Muslim,” jelasnya.

Yani menyayangkan belum adanya perhatian pemerintah terhadap temuan-temuan benda kuno tersebut. Pernah, meriam yang sudah diamankan petugas tidak ada kabarnya sampai sekarang. ”Jadi, kalau penemuan sekarang, kalau memang dijadikan benda bersejarah atau diambil museum, diharapkan ada imbal baliknya kepada penemu serta pemilik tanah. Dengan demikian, masyarakat merasa dihargai,” tegasnya.

Sumber : jawapost

Umur 11 Tahun Sudah Seranjang dengan Pacar

Seorang gadis belia berusia 12 tahun yang telah diizinkan tinggal serumah dengan pacarnya yang berumur 15 tahun akan menjadi ibu termuda di Australia, demikian harian Herald Sun, Selasa (16/6).

Bocah cilik ini sejak umur 11 tahun sudah tidur seranjang dengan pacarnya sebab ibu si gadis kecil mengizinkannya untuk tinggal di rumah mereka meskipun ayah si gadis protes.

Saat si ayah mengeluhkan berkali-kali tentang masalah ini kepada Departemen Pelayanan Masyarakat negara bagian New South Wales (NSW), tidak ada yang dapat dilakukan terhadap masalah ini. Pihak kepolisian mengatakan, mereka tidak bisa mengintervensi sebab kedua anak berada dalam status di bawah pengawasan wali mereka. Bila bocah laki-laki sudah mencapai usia 18 tahun atau lebih, polisi baru bisa memulai penyelidikan dugaan kasus kriminal.

Saat si ayah mengambil alih hak asuh pada bulan Maret, diketahui bahwa ternyata putrinya itu telah berbadan dua. Baru setelah si ayah murka terhadap kondisi ini, pihak pemerintah tergerak dan memperhatikan kasus tersebut secara serius.

Pihak Departemen Pelayanan Masyarakat mengakui, Senin (15/6), bahwa mereka telah gagal bertindak sebelum ini karena staf mereka tengah menangani kasus-kasus yang lebih darurat. Staf dari Departemen Pelayanan Masyarakat, Departemen Kesehatan, dan Departemen Pendidikan NSW kini berlomba memberikan bantuan kepada si gadis belia. Sementara si ayah menghubungi anggota legislatif setempat Dubbo, Dawn Fardell. “Ia datang ke saya. Polisi mengatakan ’Tangan kami tidaklah cukup’,” kata Fardell, Senin.

“Si ayah mendatangi saya dan menyatakan bahwa ia dan pasangan barunya akan senang untuk kelak mengurus anak yang sedang dikandung putrinya,” tambah dia. Lebih lanjut Fardell mengatakan, “Sekarang semua badan pemerintah mengulurkan bantuan, dan ada beberapa alternatif bagi si gadis.” “Ini adalah kasus anak yang memiliki anak. Kita harus benar-benar melihat apa yang bisa kita lakukan. Harus orang yang terpercaya yang bisa memberikan solusi,” ujarnya.

Sementara itu, perwira senior dari kepolisian menjelaskan bahwa kasus ini melibatkan dua bocah di bawah umur dan ketika ditanya apakah si gadis mengalami kekerasan seksual dan ia menjawab tidak, maka polisi tidak bisa mengambil tindakan apa-apa.

Data lengkap si gadis telah beredar di Parlemen NSW pada awal bulan Juni. Disebutkan di sana bahwa ibu si gadis telah dirawat di rumah sakit jiwa sejak Maret, dan ketika si ayah mengambil alih hak asuh lalu melaporkan si ibu ke polisi.

Sejak Maret, si gadis berada di bawah asuhan ayahnya. Dan tidak ada yang bisa digugat secara hukum di sini. Departemen Pelayanan Masyarakat mengakui bahwa pihaknya telah menerima permintaan tolong dari si ayah. “Karena kami menangani banyak kasus yang lebih darurat, departemen melakukan investigasi terhadap kasus ini tapi tidak secara maksimal,” kata juru bicara departemen itu. Gadis itu akan mendapatkan konseling, pelatihan menjadi orangtua, dan layanan pendidikan.

Luka di Bagian Paling Sensitif di Tubuh Manohara

manoUsai menjalani pemeriksaan di Markas Besar (Mabes) Polisi Republik Indonesia (Polri), Manohara langsung meluncur ke RS Cipto Mangunkusumo guna melakukan visum untuk keperluan penyidikan.

“Visum itu harus dilakukan, harus ada surat penyidikan. Sekarang sudah lengkap visumnya, karena ini visum yang dipercaya pengadilan yang diminta penyidik,” jelas Hotman Paris Hutapea, kuasa hukum Manohara.

Hasilnya tetap sama, antara visum yang pertama  dilakukan Manohara pada Senin (8/6) sore, dengan visum resmi hari ini. “Ada luka di sekujur tubuh dan bagian private. Kita hanya menunggu hasil tes darah dan psikologi saja,” papar Hotman.

Merujuk pada hasil visum yang dilakukan sebelumnya, Mano mengaku bekas luka akibat kekerasan yang diterimanya pada April, akibat sundutan rokok di kening dan luka bekas setrika pada bagian leher sudah sulit untuk dilihat dengan kasat mata.

“Mano saja tak nampak, lukanya Mano tak bisa dilihat kasat mata. Dokter juga tanya di mana? Akhirnya dokter pakai kaca pembesar dan kata dokter  ada perbedaan di antara kulit,” terang Mano. “Itu kata dokter, bukan saya mengada-ada,” tekannya.

Namun, dari hasil visum yang dilakukan hari ini dokter menemukan satu bekas luka penganiayaan yang dialami Manohara. Luka itu disebabkan akibat perkosaan yang pernah diderita Mano pada saat di Lombok. “Dia memperkosa saya dengan kuat hingga alat kelamin saya sobek, tadi dokter sudah memeriksa dan melihatnya,” ungkap Mano lirih

Sumber : Kompas

Pada 2008, 63 Remaja Indonesia Usia SMP & SMA Pernah Berhubungan Sex

Pada 2008, menurut keterangan Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Pusat (BKKBN), M Masri Muadz, sebanyak 63 persen remaja Indonesia usia SMP dan SMA sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah.

Data lain yang menyedihkan dan membuat kita bergidik berasal dari Departemen Kesehatan. Sampai September 2008, menurut data tersebut, sebanyak 15.210 penderita AIDS atau orang yang hidup dengan HIV/AIDS di Indonesia.
Dari jumlah itu, 54 persen adalah remaja.

Dan, simak lagi data ini: Survei yang dilakukan Annisa Foundation di Cianjur, Jawa Barat, pada 2007, menemukan hasil mengejutkan. Di kota ini, lebih dari 42,3 persen pelajar perempuan di kota santri itu telah melakukan hubungan seks pra-nikah. Para responden mengaku hubungan pra-nikah itu dilakukan atas suka sama suka. Bahkan, ada responden yang mengaku berhubungan lebih dengan satu pasangan.

Survei yang dilakukan pada Juli sampai Desember 2006 kepada 412 siswa SMP dan SMA itu, menurut Direktur Annisa Foundation, Laila Sukmadevi, kecenderungan pelajar Cianjur berhubungan seks pra-nikah bukan karena persoalan ekonomi.. Alasan ekonomi hanya 9 persen, selebihnya karena pergaulan dan lemahnya kontrol orangtua.

Temuan lain Annisa Foundation, sebanyak 90 persen remaja yang melakukan hubungan pra-nikah tersebut, bukan karena tidak paham nilai-nilai agama dan moral. Mereka justru mengetahui bahwa perbuatan itu dosa dan sangat tidak pantas.

Jauh dari Jakarta, tepatnya di Samarinda, Kalimantan Timur, survei Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Samarinda pada September 2008 lalu, menemukan hasil yang menyedihkan. Dari 300 pelajar Samarinda, 12 persen di antaranya mengaku pernah melakukan hubungan badan.

Menurut survei PKBI itu, 14 persen hubungan seks dilakukan di sekolah, 28 persen mengaku melakukannya di rumah. Ironisnya, hubungan badan dilakukan di sekolah saat jam istrahat maupun ketika usai belajar. Sedangkan di rumah dilakukan saat kedua orangtua tidak berada di rumah.

Organisasi riset nirlaba AS, Research And Development (RAND) melaporkan penelitiannya November 2008 lalu, bahwa tayangan televisi sangat berpengaruh terjadinya kehamilan di kalangan remaja di AS. Pengkajian yang disiarkan jurnal Pediatrics itu menyebutkan, remaja yang banyak menonton acara yang mengandung unsur seksual, menghadapi risiko hamil lebih besar.

Pengkajian itu memfokuskan pada 23 acara televisi kabel yang populer di kalangan remaja, antara lain komedi situasi, drama, acara realitas, dan kartun.

Angka kehamilan remaja di AS tetap tinggi dibandingkan dengan negara-negara industri lainnya. Hampir sejuta gadis berusia  antara 15 hingga 19 tahun hamil setiap tahunnya, atau sekitar 20 persen wanita yang aktif secara seksual dalam kelompok umur tersebut.

Hasil penelitian dan survei tersebut sangat menakutkan. Gaya hidup permisif, budaya televisi, telah mendorong para remaja terperosok dan jatuh ke jurang terdalam. Di Indonesia, remaja-remaja kita diserbu gaya hidup serba mungkin. Pendidikan agama telah berubah menjadi angka-angka dalam buku rapor semester.

Kehidupan remaja di AS dan Indonesia, terutama di perkotaan, hampir sulit dibedakan. Mereka mendapatkan apa saja. Bahkan, lemahnya penegakan hukum, memungkinkan remaja Indonesia mendapatkan jauh lebih besar dan menakutkan dibandingkan di AS. Video porno, majalah porno, tayangan televisi yang serba benda dan kemewahan, serta situs-situs porno di internet, dengan mudah didapatkan.

Dan, yang sangat menakutkan, ketika persoalan ini dianggap sebagai suatu yang biasa. Ini bahaya lebih dahsyat dari yang dibayangkan orangtua, pendidik, ulama, dan negara.

Seorang wartawan Amerika Latin berkata, “Saya tidak menduga remaja Indonesia begitu bebas, melebihi negara kami…..’”

Wartawan itu sesungguhnya sedang menggugah kesadaran kita – yang selalu merasa lebih baik, lebih terhormat, dan bahkan lebih mulia. Ini sungguh menakutkan.

Sumber : Antara

WHO: Dunia Menuju Pandemi Flu Babi

Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO mengatakan pihaknya condong untuk menyatakan penyebaran flu babi (H1N1) sebagai sebuah pandemi, sementara infeksi ini tampaknya mulai muncul di luar benua Amerika Utara.

Asisten Direktur Jendral WHO, Keiji Fukuda, Selasa mengatakan sejumlah negara tampaknya beralih dari kasus yang disebabkan perjalanan ke kasus yang memperlihatkan pola berkesinambungan dalam masyarakat lokalnya.

WHO mengatakan sebelumnya pihaknya membutuhkan bukti jelas dari penularan masyarakat berkesinambungan dari virus ini, dari manusia ke manusia, di paling sedikit dua wilayah dunia sebelum meningkatkan kewaspadaan ke Tahap 6 Tingkat Pandemik.

Tingkat yang sekarang adalah Tahap 5.  Organsisai ini mengatakan 64 negara secara resmi melaporkan hampir 19 ribu kasus flu, termasuk 117 kematian.

Fukuda mengatakan sebuah pandemik tidak ada hubungannya dengan parahnya penyakit ini, namun merupakan petunjuk penyebaran geografisnya.

Sumber : VOAnews