Chickenosaurus : Ilmuwan Kanada Bisa Membuat Dinosaurus Dari Ayam

Para peneliti dari Kanada di Makro di universitas Montreal mengatakan dapat membuat dinosaurus dari ayam.
Mereka percaya bahwa dengan membalik tuas genetik selama perkembangan embrio ayam, ia dapat memproduksi anatomi dinosaurus, katanya dalam wawancara dengan AFP.

Sumber : telegraph.co.uk

Iklan

Bayi Alien Dari Mexico ( Video )

Stasiun televisi Mexico mengungkapkan kisah yang hampir tidak dapat dipercaya. Pada tahun 2007 ditemukan bayi alien  dalam keadaan hidup-hidup oleh seorang petani meksico. Menurut hasil penelitian para ilmuwan, setelah melakukan tes DNA terungkap bahwa mahluk yang tidak diketahui asal usulnya memiliki karakteristik kadal, giginya tidak memiliki akar seperti manusia dan dapat tinggal di bawah permukaan air dalam jangka waktu yang lama. Disamping itu juga memiliki sendi yang sama seperti manusia. Otaknya sangat besar, terutama bagian belakang. Dan para ilmuwan berkesimpulan bahwa mahluk aneh itu sangat cerdas

Mau Coba Terapi Penyakit Kulit Dengan Ikan

Garra rufa obtusas atau yang lebih terkenal disebut ikan dokter ( hehehe ikan koq jadi dokter), memang punya fungsi layaknya seorang dokter penyakit kulit.

Ikan-ikan yang hidup di air kaya mineral itu buka praktik di sebuah kolam spa di Kangal, Anatolia, Turki. Baca lebih lanjut

William James Sidis Orang dengan IQ tertinggi…Lebih pinter dari Einstein

Siapakah manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia? Da Vinci? John Stuart Mills? Atau Albert Einstein seperti yang selama ini diperkirakan orang? Ketiganya memang dianggap jenus-jenius besar yang telah memberikan banyak pengaruh terhadap bidangnya masing-masing. Tapi gelar manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia rasanya tetap layak diberikan kepada William James Sidis. Siapakah ia? Mengapa namanya tenggelam dan kurang dikenal walau angka IQnya mencapai kisaran 250 – 300?

Keajaiban Sidis diawali ketika dia bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok pada usia 8 bulan. Pada usia belum genap 2 tahun, Sidis sudah menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Semenjak saat itu namanya menjadi langganan headline surat kabar : menulis beberapa buku sebelum berusia 8 tahun, diantaranya tentang anatomy dan astronomy. Pada usia 11 tahun Sidis diterima di Univ. Harvard sebagai murid termuda. Harvardpun kemudian terpesona dengan kejeniusannya ketika Sidis memberikan ceramah tentang Jasad Empat Dimensi di depan para professor matematika.

Lebih dasyat lagi : Sidis mengerti 200 jenis bahasa di dunia dan bisa menerjamahkannya dengan amat cepat dan mudah. Ia bisa mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan dalam sehari !!!! Keberhasilan William Sidis adalah keberhasilan sang Ayah, Boris Sidis yang seorang Psikolog handal berdarah Yahudi. Boris sendiri juga seorang lulusan Harvard, murid psikolog ternama William James (Demikian ia kemudian memberi nama pada anaknya) Boris memang menjadikan anaknya sebagai contoh untuk sebuah model pendidikan baru sekaligus menyerang sistem pendidikan konvensional yang dituduhnya telah menjadi biang keladi kejahatan, kriminalitas dan penyakit. Siapa yang sangka William Sidis kemudian meninggal pada usia yang tergolong muda, 46 tahun – sebuah saat dimana semestinya seorang ilmuwan berada dalam masa produktifnya. Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan amat miskin. Ironis.

Orang kemudian menilai bahwa kehidupan Sidis tidaklah bahagia. Popularitas dan kehebatannya pada bidang matematika membuatnya tersiksa. Beberapa tahun sebelum ia meninggal, Sidis memang sempat mengatakan kepada pers bahwa ia membenci matematika – sesuatu yang selama ini telah melambungkan namanya. Dalam kehidupan sosial, Sidis hanya sedikit memiliki teman. Bahkan ia juga sering diasingkan oleh rekan sekampus. Tidak juga pernah memiliki seorang pacar ataupun istri. Gelar sarjananya tidak pernah selesai, ditinggal begitu saja. Ia kemudian memutuskan hubungan dengan keluarganya, mengembara dalam kerahasiaan, bekerja dengan gaji seadanya, mengasingkan diri.
Ia berlari jauh dari kejayaan masa kecilnya yang sebenarnya adalah proyeksi sang ayah. Ia menyadarinya bahwa hidupnya adalah hasil pemolaan orang lain. Namun, kesadaran memang sering datang terlambat. Mengharukan memang usaha Sidis. Ada keinginan kuat untuk lari dari pengaruh sang Ayah, untuk menjadi diri sendiri. Walau untuk itu Sidis tidak kuasa.

Pers dan publik terlanjur menjadikan Sidis sebagai sebuah berita. Kemanapun Sidis bersembunyi, pers pasti bisa mencium. Sidis tidak bisa melepaskan pengaruh sang ayah begitu saja. Sudah terlanjur tertanam sebagai sebuah bom waktu, yang kemudian meledakkan dirinya sendiri.

Sumber : okezone

Lima Sumur Majapahit Ditemukan

Bekas kejayaan Kerajaan Majapahit kembali ditemukan. Sedikitnya lima buah sumur kuno ditemukan warga di Dusun Nglinguk, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Sayangnya, temuan itu masih belum ditindaklanjuti Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) setempat.

Lima sumur peninggalan Kerajaan Majaphit itu ditemukan Kandeg Suyanto, warga setempat. Benda bersejarah itu ditemukan di areal persawahan yang kini dipakai sebagai lokasi pembuatan batu bata oleh warga setempat. Sumur ditemukan secara bertahap dan dalam jarak yang berdekatan.
“Dari penemuan sumur yang pertama hingga yang terakhir membutuhkan waktu sekitar satu pekan,” terang Kandeg saat ditemui di lokasi, Selasa (04/08/2009).
Penemuan itu berawal saat ia hendak mencangkul tanah untuk bahan batu bata. Mata cangkulnya tiba-tiba tertuju pada benda keras, yang ternyata adalah tumpukan batu bata. Setelah digali dengan hati-hati, ternyata batu bata itu adalah bibir sumur yang berdiameter 50 sentimeter dengan ketinggian sekira 1 meter.
“Dari lima sumur itu, satu di antaranya masih mengeluarkan air,” katanya sembari menunjuk salah satu sumur yang belum tergali secara utuh.
Tak hanya sumur, Kandeg juga menemukan sebuah umpak kuno yang terbuat dari batu andesit. Juga beberapa batu aneh yang dipastikan sebagai benda bersejarah. Dia mengaku telah melaporkan temuan itu kepada pihak BP3 Trowulan agar segera mendapatkan perhatian. Menurutnya, dua hari lalu ada beberapa petugas dari BP3 Trowulan yang mengunjungi lokasi temuan itu. “Katanya akan diteliti. Tapi sampai sekarang belum ada tembusan lagi,” tukasnya.
Meski belum mendapati kepastian atas benda temuannya itu termasuk berapa imbalan yang diberikan oleh BP3 kepadanyanamun, Kandeg mengaku akan tetap menjaga benda bersejarah yang diperkirakan berada di pemukiman zaman kerajaan itu. Dia tetap berharap ada perhatian dari pihak BP3. Selama ini, tak ada penghargaan dari BP3 meski banyak warga yang menemukan benda bersejarah, katanya.
Kandeg lantas menyebut temuan berupa tembok kuno dengan panjang 100 meter lebih, tinggi 1,5 meter dan lebar 1 meter beberapa waktu lalu. Meski telah mencurahkan keringat sekitar sebulan lebih, pihak BP3 sama sekali tak memberikan imbalan sekadar pengganti lelah.
Justru imbalan itu dia terima dari Dinas Pariwisata (Disparta) setempat. “Tak hanya saya, ada salah satu warga yang menyerahkan 30 jenis patung kuno. Tapi sama sekali tak mendapatkan imbalan. Setelah menemukan tembok kuno dulu, saya pernah dijanjikan kerja oleh BP3. Tapi sampai sekarang belum terealisasi,” katanya.
Temuan seperti ini kata dia, sebenarnya sering terjadi. Hampir setiap perajin batu bata selalu menemukan benda bersejarah baik berupa sumur, patung, mangkuk dan peralatan rumah tangga lainnya. Namun oleh warga, temuan itu dijual kepada pihak ketiga lantaran kecewa dengan BP3. “Jika ada perhatian dari BP3, saya yakin banyak warga yang mau menyerahkan benda temuannya,” cetusnya.
Kepala BP3 Trowulan, Aris Soviani mengatakan, pihaknya telah menerjunkan petugas di lokasi temuan sumur itu. Menurutnya, ada dua jenis sumur yang ditemukan Kandeg itu, yakni jenis sumur yang terbuat dari batu bata, dan sumur jobong. “Jenisnya berbeda. Ini masih kita teliti untuk mengambil langkah selanjutnya,” terang Aris.
Dugaan sementara dari hasil tinjauan pihaknya dua hari lalu, sumur-sumur itu dibuat pada zaman Majapahit. Lokasi sumur diduga sebagai pemukiman, karena salah satu ciri pemukiman terdapat banyak sumur. “Kami menduga, lokasi itu adalah catus patha atau perempatan agung Majapahit. Dan lokasi ini masih terkait dengan tembok besar yang ditemukan sebelumnya,” tukasnya.
Sementara di lokasi penemuan sumur itu memang banyak ditemukan sumur. Sebelumnya, dua sumur juga ditemukan warga yang lokasinya hanya berjarak beberapa meter dari sumur temuan Kandeg. Beberapa bangunan batu bata juga dengan mudah ditemukan di lokasi yang sudah rusak akibat penggalian tanah secara sporadis oleh perajin batu bata itu. (tritus julan)
Sumber : okezone

Itik Bionik Berkaki Besi Itu Bernama Betty

Mungkin ini adalah pertama kalinya di dunia, seekor anak itik menjalani operasi untuk memasangkan kaki besi. Hal ini merupakan catatan sejarah dalam dunia kedokteran hewan. Bahkan tim dokter yang mengoperasinya menjulukinya itik bionik.

Anak itik berumur dua minggu ini ditemukan dengan kaki patah di dekat daerah Watermead, Buckinghamshire. Saat itu si penemu itik tidak tega untuk membiarkannya begitu saja. Dia pun segera membawanya ke dokter.

Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya tim dokter memutuskan untuk mengaplikasikan sebuah kaki besi untuk anak itik itu. Mereka optimis metode ini akan sangat membantu si itik agar bisa berjalan normal lagi. Demikian keterangan yang dikutip dari Telegraph, Jumat (10/7/2009).

Tim dokter kemudian melengkapi kaki anak itik dengan baut dan sekrup baja untuk memasangkan kaki besi pada itik. Belakangan, itik bionik itu kemudian diberi nama Betty.

“Kami berusaha agar anak itik ini bisa memiliki kaki yang normal. Kami masih akan terus mengawasinya sampai dia bisa berjalan dengan normal,” kata salah satu tim dokter yang mengoperasi itik ini.

Dokter itu mengatakan, Betty adalah itik pertama yang menjalani operasi pemasangan kaki besi. Mereka berharap, tiga minggu pasca operasi, Betty sudah bisa dilepas lagi ke alam liar dan dapat berjalan dengan normal.

Sumber : okezone

Ditemukan Spesies baru dinosaurus

Ausi-Dino

Ausi-Dino

Dalam tulisan yang dimuat jurnal ilmiah PLOS One, mereka menggambarkan salah satu dinosaurus itu adalah predator mematikan dengan tiga cakar tajam dan besar di masing-masing tangannya.

Sedangkan dua lainnya adalah herbivora. Yang satu berwujud seperti jerapah sementara lainnya berbentuk seperti kuda nil.

Fosil ketiga dinosaurus itu diperkirakan berasal dari 100 juta tahun lalu di pertengahan masa Cretaceous.

Ketiga fosil dinosaurus ini ditemukan di kawasan berbatu yang dikenal dengan nama Winton Formation.

Melebihi velociraptor

Palentologis Museum Queensland, Scott Hucknell mengatakan karnivora yang kemudian dinamai Australovenator Wintonensis itu berukuran lebih besar dan lebih menyeramkan ketimbang Velociraptor yang dipopulerkan film Jurassic Park.

“Dia adalah cheetah dalam masanya, Banjo (panggilan dinosaurus ini) bertubuh ringan dan lincah. Hewan ini di tempat terbuka mampu mengejar hampir semua mangsanya dengan mudah,” kata Hucknell.

Dinosaurus itu diberi nama panggilan seperti salah satu karakter dalam lagu Australia terkenal Waltzing Mathilda.

Harian Sydney Morning Herald menjelaskan nama Banjo Patterson adalah pencipta Waltzing Mathilda. Lagu ini diciptakan Banjo di Winton tahun 1885.

Sementara itu, Clancy atau Witonotitan wattsi, adalah seekor hewan bertubuh tinggi dan ramping.

Sedangkan Mathilda alias Diamantinasaurus Matildae bertubuh lebih gempal seperti kuda nil.

Kedua dinosuarus pemakan tumbuhan spesies sauropoda berkaki empat ini adalah jenis baru titanosaurus – hewan terbesar yang pernah ada di muka bumi.

Banjo dan Mathilda kemungkinan besar adalah pemangsa dan mangsanya, ditemukan terkubur bersama sedalam 98 meter di sebuah kolam.

Terobosan penting

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Public Library and Science One, dan diumumkan oleh PM Queensland Anna Bligh di MUseum Pubakala Australia di Winton.

Anna mengatakan penemuan ini adalah sebuah terobosan besar dalam memahami kehidupan prasejarah di Australia.

Sementara itu, ahli purbakala Museum Victoria menilai penemuan ini adalah sebuah hal yang luar biasa.

Dia mengatakan temuan ini kembali menempatkan Australia dalam peta kepurbakalaan dunia sejak 1981.

Saat itu, fosil Muttaburrasaurus seekor herbivora berkaki empat yang dapat berdiri dengan dua kaki ditemukan di benua ini.

Temuan baru ini akan menjadi koleksi Museum Kepurbakalaan Australia di Winton.

Saat ini museum itu tengah direnovasi. Saat renovasi selesai pada 2015 diharapkan museum itu menjadi pusat fossil dinosaurus Australia.

Sumber : bbcindonesia