Main Game di Facebook Dapat Notebook….Mau…?

Permainan alias game di Facebook memang banyak dan asyik dimainkan. Namun yang satu ini punya tambahan daya tarik. Ya, ada hadiah bagus bagi pemenang permainan yang diselenggarakan bagi komunitas Facebook dari Indonesia, Malaysia, Filipinan dan Singapura.

Hadiah utamanya tak main-main, tiga pemain dengan skor terbaik dari setiap negara akan diganjar sebuah notebook Toshiba Portege T130 yang bersenjatakan prosesor Intel Core 2 Duo dengan fisik tipis. Selain itu tersedia hadiah lain, mulai dari harddisk eksternal 500GB sampai mouse, bagi 97 pemain terbaik di masing-masing negara. Semua hadiah ini bermerek Toshiba, karena game ini memang merupakan hasil kerjasama antara Toshiba dan Intel.

Dalam permainan yang disebut Tokyo Time Warp ini, Anda bisa memilih sebuah karkter, membangun keterampilan, dan mengatasi berbagai tantangan untuk memerangi tokoh-tokoh jahat. Setting permainan adalah di kota Tokyo lama yang berpadu dengan bangunan-bangun dan ruang bermain modern Tokyo. Setiap area memberikan tantangan yang berbeda dengan tingkat kesulitan yang berbeda (bisa Anda pilih).

Ada lima tahap yang harus dilalui para pemain. Sasaran akhir Anda adalah mengalahan Baddzilla, merebut mesin waktu, dan tentu saja memenangkan game. Menarik bukan?

Nah, tunggu apalagi? Segera arahkan kursor mouse Anda ke http://www.tokyotimewarp.com dan mainkan Time Warp. Sebab ada batas waktu bermain, yakni selama 1 Desember 2009 – 28 Februari 2010.

Sumber : Kompas

Iklan

Deathbook, Facebook Khusus Untuk Orang Mati

LONDON – Sekarang kematian tidak lagi menjadi alasan bagi seseorang untuk tidak bisa meng-update ataupun berkomunikasi, meski yang bersangkutan sedang berada di dunia ‘akhirat’.

Ya, situs yang bernama Deathbook dapat memungkinkan seseorang yang sudah meninggal untuk merayakan hari jadi pernikahannya, dengan memberikan kesempatan kepada anggota lain untuk mengirim ucapan email kepada yang bersangkutan kedalam dunia akhirat.

Namun, jangan dibayangkan situs ini memungkinkan orang yang sudah meninggal, mengetik dan ber-chatting ria di dalam alam kubur dengan laptop kesayangannya. Sebab, situs Deathbook ini, lebih mirip dengan situs wasiat online, yang mana penggunanya ketika masih hidup dapat mengisi berbagai informasi dalam sebuah konten.

“Ini seperti pesan pribadi yang ditujukan untuk istri, anak, dan saudara Anda yang masih hidup. Bahkan, mereka bisa saling berbagi nomor rekening, akun, dan lainnya,” jelas sang kreator Simon Gilligan, seperti yang dilansir Times, Rabu (29/7/2009).

Setelah mengisi konten tersebut, maka situs tersebut akan mengolah informasi yang ada di dalamnya, dengan mengatur tanggal kemunculannya, sehingga menunjukkan seolah-olah pengguna yang bersangkutan masih hidup. Ini dapat mengetahui informasi kenangan atau ?warisan? yang ditinggalkan di situs tersebut.

Sang pemilik sendiri, mengatakan akan segera melauncing situs ajaib ini pada bulan depan. (srn)

Sumber : okezone

Istri Bos Intelijen Gemar Facebook

Sosok pemimpin intelijen biasanya tidak banyak diketahui umum, tapi tidak bagi bos dinas intelijen Inggris yang istrinya gemar bermain situs jejaring sosial Facebook.

Sir John Sawers, calon pemimpin baru MI6 (dinas rahasia Inggris), menurut situs berita mailonline, mengalami kebocoran keamanan setelah istrinya memuat foto2 mereka serta hal-hal lain tentang keluarga di Facebook.

Jabatan yang akan resmi diserahterimakan pada November tersebut adalah sosok yang membawahkan seluruh kegiatan mata-mata Inggris di luar negeri.

Istrinya, Lady Shelley Sawers, juga tidak memasang penghalang pada account Facebook sehingga semua rincian seperti alamat rumah, tempat kerja, teman-teman dan tempat mereka liburan, dapat dilihat oleh 200 juta pengguna situs tersebut.

Foto-foto yang dipajang istrinya antara lain foto mereka dengan para diplomat senior dan aktor terkenal.

Mailonline pada hari Minggu memberi tahu Kementerian Luar Negeri mengenai hal di Facebook yang mungkin tidak tepat itu dan kemudian, semua isi Facebook itu lenyap.

MI6 selalu meminta para agennya menjaga diri dan tidak mengungkapkan sosok mereka yang sebenarnya kecuali kepada saudara terdekat.

Sir John Sawers hingga kini masih menjabat Dubes Inggris untuk AS. Selama 20 tahun kariernya lebih banyak di bidang diplomasi dibandingnya menjadi mata-mata. Dia akan resmi memegang jabatan baru pada November tahun ini.

Pada tanggal 16 Juni, hari saat dia diumumkan akan menduduki jabatan bos intelijen luar negeri, istrinya memasang 19 potret saat mereka liburan awal bulan Juni di West Country.

Sehari kemudian, Lady Sawers menambah 26 foto termasuk gambar ketika Sir John main di pantai, berfoto dengan anak-anak dan mengobrol dengan teman maupun ibu.

Temen-teman Lady Sawers lewat Facebook mengirim ucapan selamat atas jabatan baru suaminya, bahkan salah satunya sudah menyebut kode nama Kepala Dinas Rahasia yaitu “C”.

Lady Sawers sejak setahun terakhir secara berkala menambah isi situs dengan tulisan mengenai acara keluarga, saat liburan, hingga kesehatan binatang peliharaan dan pandangannya tentang krisis di Congo.

Juru bicara bidang luar negeri partai Liberal Demokrat Inggris, Edward Davy, mengimbau perdana menteri Gordon Brown melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah isi di Facebook itu berdampak pada kemampuan Sir John memimpin MI6.

“Normalnya saya menyambut keterbukaan yang makin besar di pemerintah maupun pejabat dan politisi, tapi yang ini lebih mirip sembrono,” kata Edward Davy.

“Perdana Menteri harus segera menugaskan penyelidikan internal untuk memastikan apakah hal ini merupakan kebocoran keamanan yang serius bagi calon kepala MI6.”

Sementara itu anggota parlemen dari partai Konservatif, Patrick Mercer, mengatakan “pemimpin MI6 telah membiarkan dirinya jadi sasaran pemerasan.”

Kementerian Luar Negeri menolak untuk menjawab pertanyaan Maionline mengenai hal tersebut.

Sumber : ant

Gara-Gara Menulis Di Halaman Dinding Facebook Berurusan dengan Polisi

Felly Fandini KonarisFelly Fandini Julistin Kanories tampaknya masih sakit hati atas hinaan yang ditulis di Facebook milik Ujang Romansyah. Keluarga Felly pun masih belum menerima tawaran damai yang ingin diajukan Ujang Romansyah.

“Kata-kata kotor tersebut muncul saat seribu teman Felly tengah online dan ikut membaca kata-kata yang dituangkan dalam wall atau halaman dinding Facebook Felly,” kata Nonie orangtua Felly saat ditemui di Mapolresta Bogor, Kamis (2/7/2009).

Nonie berencana terus melanjutkan gugatannya karena menurutnya dampak dari penghinaan terhadap anaknya telah merendahkan harkat martabat keluarga. “Selain itu secara psikologis, Felly mendapatkan trauma yang mendalam,” tegas Nonie.

Hingga kini polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus Facebook ini. Selain saksi ahli dari aliansi bisnis software dan ahli bahasa, Polresta Bogor juga memanggil saksi lain yakni teman-teman Felly yang mengetahui saat kata-kata hinaan tersebut dilontarkan.

Sumber : okezone

Lantaran Facebook Gembong Narkoba Tertangkap

Emanuel GanpotSetelah berhasil menghindar dari kejaran polisi selama hampir enam tahun, seorang gembong narkoba akhirnya ditemukan kembali. Emmanuel Ganpot, bandar narkoba tertangkap di Florida pada 2003 dengan barang bukti sebanyak 3500 butir ekstasi senilai 22 ribu Poundsterling.

Pria berusia 36 tahun itupun dituntut hukuman 15 tahun penjara, namun pengacara Ganpot meminta penangguhan penahanan selama tiga minggu. Waktu tiga minggu itu ternyata digunakan Ganpot untuk melarikan diri ke Inggris.

Di Inggris Ganpot langsung mengubah identitasnya menjadi warga negara Inggris dengan nama Neo Masuro. Demikian dilansir The Sun, senin (20/4/2009).

Selama pelarian di Inggris, Ganpot dapat hidup bebas bahkan ia dapat membaur dengan masyarakat lainnya, termasuk menjadi pelatih sepakola dan drummer sebuah band. Ganpot juga bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah bar Inggris, The George Inn.

Popularitas Facebook dan MySpace ternyata juga membuat Ganpot terlena dan mulai mendaftarkan diri ke situs jejaring sosial. Akibatnya, petugas kepolisian Florida yang memburunya pun dapat menemukannya kembali.

Bill Burgess seorang pejabat Florida mengungkapkan, pada awalnya memang sulit mencari jejak Ganpot. Tapi petugas dapat mengetahui jika Neo Masuro adalah Ganpot yang selama ini dicari lewat daftar teman-teman Ganpot di Facebook. Selain itu, polisi juga menemukan kecocokan pada foto yang dipajang Ganpot di situs berjumlah 200 juta pengguna itu.

Tanpa piker panjang, Ganpot pun berhasil diringkus dan dipulangkan kembali ke AS. Saat ini Ganpot menghadapi tuntutan 105 tahun penjara, akibat mengelak dari kejaran hukum…Eh…ketangkep

Sumber : okezon

Ibu Dan Anak Terpisah 27 tahun Bertemu Di Facebook

news_kidnap_564953aAvril Grube seorang ibu yang tidak pernah melihat anak laki-lakinya Gavin Paros sejak berumur 3 tahun.
Paros dibawa kabur sang ayah, Joseph Paros, yang sudah bercerai denganya .Bertahun tahun Avril mencari buah hatinya hingga 27 tahun lamanya.

Teerakhir Avril Grube melihat Gavin ketika ayahnya membawa tamasya ke kebun binatang Blackpool pada tahun 1982.
Suatu saat, Berly Wilson, adik dari Avril Grube menuliskan nama Gavin Paros di mesin pencari Google dan akhirnya menemukan link dari nama yang dicari di situs jejaring sosial Facebook.

Setelah saling memberi pesan di Facebook dan beberapa kali melakukan kontak,akhirnya Berly yakin kalau Gavin Paros adalah keponakanya yang selama ini dicari oleh ibunya. Setelah dipertemukan tangis haru langsung pecah antara ibu dan anak tersebut.

Gavin Paros yang saat ini berusia 30 tahun mendaftar di Facebook untuk menemukan kerabatnya di inggris

Sumber : timesonline

Demo Menolak Facebook Di Haramkan

logo_facebookTerkait dengan fatwa haram fb puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar aksi demo menolak Facebook diharamkan. Mereka menilai FB lebih banyak gunananya dari pada tidak bergunanya.

Aksi yang digelar oleh anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah itu digelar di depan pintu masuk fakultas. Mereka menamakan diri aksi tersebut dengan Jamaah FB UIN.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah ulama di Jawa Timur menggelar bahtsul masail untuk membahas keberadaan Facebook yang dinilai membahayakan umat Islam

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menolak adanya fatwa ulama yang akan mengharamkan Facebook. Bahkan, Din mengaku di Muhammadiyah juga memiliki sebuah komunitas pengguna Facebook.

“Kebetulan saya juga sudah lama menggunakan Facebook, bahkan dalam group tersebut ada group Muhammadiyah yakni Jamaah Facebookiah,” tutur Din di kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Di Tiro, Yogyakarta, Rabu (27/5/2009).

Sumber : news.okezone.com