4 Modus Pembobolan Dana Nasabah Bank

Ada beberapa modus terkait dengan bobolnya dana nasabah bank yang sering terjadi belakangan ini. Berdasarkan analisa, ada empat kemungkinan modus operandi di belakangnya yang memungkinkan keterlibatan orang dalam bank.

Pertama, penipuan melalui SMS. Dimana dikatakan penerima SMS menerima hadiah undian dan diminta segera menghubungi pengirim SMS. Pengirim SMS biasanya membawa-bawa nama operator telekomunikasi.

“Meski, dari nomor pengirim ternyata nomor individu yang berasal dari kartu prabayar. Pelaku kejahatan biasanya meminta penerima SMS mengirim sejumlah dana ke pelaku melalui ATM,” demikian analisa pengamat teknologi komunikasi informasi, Heru Sutadi, kepada detikINET, Kamis (21/1/2010).

Kedua, terjadinya duplikasi kartu ATM. Ini bisa terjadi karena adanya ATM yang disisipi alat untuk membaca ATM konsumen dan adanya spy camera di tempat-tempat ATM. Data konsumen kemudian dikloning, dan ATM palsu itulah yang kemudian dipakai untuk menguras uang nasabah.

Ketiga, terjadinya penggunaan kartu kredit orang lain. Dan keempat, pencurian data melalui internet banking.

“Modus ini bisa dilakukan secara individu, kelompok bahkan sindikat terorganisir. Bukan tidak mungkin pula orang dalam terlibat dalam hal pembocoran data nasabah,” tandas Heru.

Sumber : detikinet.com

Iklan

Keluar Dari Jerat Kemiskinan Lewat Kreasi Sepeda Bambu

Sepeda bambuENTENG dan minim getaran. Inilah keunggulan alat transportasi rakyat yang dilabeli Bamboosero itu. Kelebihan tersebut membuat sepeda bambu nyaman dikendarai untuk menempuh jarak jauh sekalipun.

”Ratusan orang menanyakan kapan mereka bisa membelinya. Mulai dari kurir hingga kolektor kaya (semua) menginginkan Bamboosero,” ujar Craig Calfe seperti dilansir BBC kemarin (1/7). Calfe hanyalah salah seorang dari empat orang muda yang melahirkan produk ramah lingkungan ini. Yang lain adalah Benjamin Banda, Mwewa Chikamba, dan Vaughn Spethmann.

Penciptaan sepeda bambu itu bermula dari keinginan empat sekawan tersebut untuk menciptakan usaha sendiri yang dapat menolong warga lokal lepas dari kemiskinan.

Lantas, bagaimana dengan harganya? Untuk sebuah kerangka sepeda gunung dan sepeda biasa yang belum jadi bisa didapatkan dengan merogoh kantung sebesar USD 475 (sekitar Rp 4,812 juta). Harganya akan lebih mahal untuk sebuah sepeda yang telah jadi. Bisa mencapai lebih dari USD 900 (sekitar Rp 9, 117 juta). Harga itu tentu saja sepadan karena merupakan buatan tangan.

Kelompok pengusaha muda ini dapat menekan harga karena semua proses pengerjaan dipusatkan di Zambike, Zambia. Mulai dari menanam bambu, memotong, hingga merakit. Semuanya dikerjakan dengan teknik yang sederhana. Lantaran bahan dari bamboo, perekatnya menggunakan lem kayu. ”Kami menanam bambu ini tahun lalu dan sekarang batangnya sudah lebih tinggi daripada aku. Kalau sudah siap kami akan memotongnya dan merubahnya menjadi kerangka (sepeda),” ujar Benjamin Banda.

Sosok di belakang perakitan karya nyentrik itu adalah Elastus Lemba yang dikenal sebagai mekanik perakit sepeda handal. Setidaknya sebuah sepeda dapat dihasilkan dalam waktu seminggu. Setelah siap semua sepeda akan dikapalkan untuk dijual ke Amerika Serikat. ”Kami sangat tertarik. Pemikiran produk buatan Zambia dijual di AS. Tidak pernah terjadi sebelumnya,” tutur Spethmann.

”Saya bisa melihat penjualannya yang memiliki hasil baik di Amerika. Mereka akan menyukainya karena alami,” Divilance Machilika, koordinator operasi yang mencicipi hidup di tenda selama setahun sebelum workshop sepeda mereka selesai dibangun.

Mereka tidak terlalu memperdulikan untung dari proyek unik ini. ”Ini lebih dari sekadar sepeda. Kami ingin memberi pekerja kami keahlian praktis dan menghargai dedikasi mereka. Kami ingin merubah kehidupan (warga lokal),” ujar Machilika.

Menurutnya orang seperti Mwewa Chikamba lah -yang juga merupakan salah satu pendiri- yang ingin ditiru warga di sana. Yaitu dapat memiliki usaha sendiri dan membantu orang banyak.

Target mereka ke depan adalah meningkatkan keahlian untuk dapat menghasilkan sepeda yang lebih kuat. Produk mereka seperti sepeda gandeng dan sepeda cepat yang diberi nama Zambulance telah digunakan di 10 klinik di sekitar wilayah Lusaka. Mereka juga siap membuka toko di Accra, Ghana, dan memproduksi sepeda lebih banyak lagi serta mempekerjakan orang lebih banyak.

Sumber : jawapost

Jusuf Kalla Pernah Sangat Marah Pada Boediono

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku pernah sangat marah ketika Menko Perekonomian yang saat itu dijabat Boediono tidak menyetujui pemberian jaminan terhadap pembangunan listrik 10.000 MW.

“Ini adalah puncak kemarahan saya di mana listrik tidak dijamin,” kata JK pada penutupan Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Balikpapan, Kaltim, Sabtu.

Ia mengaku marah karena negara tidak mau mengupayakan listrik untuk rakyat sementara kepada perbankan, Boediono merengek-rengek meminta diberi jaminan 100 persen untuk menghadapi krisis.

“Itulah pandangan liberal. Tidak usah berteori soal neoliberal, tapi lihat praktiknya, menjamin perbankan, rakyat yang menanggung. Saya hampir lempar, saya pukul meja, walau dia bilang sudah disetujui pimpinan, saya tidak peduli,” katanya.

Ia menegaskan, Indonesia sangat membutuhkan listrik, karena tanpa listrik, investasi sulit, ekonomi tidak bisa berjalan, dan kemajuan bangsa sulit tercapai.

Menurut Wapres, ada empat pokok yang membuat suatu negara bisa memiliki daya saing yang tinggi, selain listrik, juga modal dan bunga perbankan yang rendah yang mendorong orang berinvestasi, juga infrastruktur dan birokrasi.

“Birokrasi harus diperjelas aturannya, jangan membuat orang takut berusaha, transparan, perizinan diperbaiki, dan otonomi daerah dengan melepas kepalanya tapi pegang buntutnya dengan membuat standar,” katanya.

Menurut JK, Indonesia kaya akan sumber daya alam tapi rakyatnya masih tertinggal, seperti halnya Kaltim yang kaya batubara namun selalu mengeluh listrik.

“Karena itu yang dibutuhkan adalah pemimpin yang memiliki kemampuan untuk membuat sumber daya alam itu bisa dikelola untuk memajukan bangsa,” katanya.

Sumber : antara

Hati-hati, Malware di ATM Curi Nomor Rekening dan PIN

ATMATM (anjungan tunai mandiri) yang memakai Windows XP rentan terhadap serangan otomatis yang dapat mencuri nomor rekening bank dan PIN. Di Eropa Timur, beberapa varian software jahat telah ditemukan di mesin-mesin uang yang di-hack. Demikian dilaporkan lembaga insecurity Trustwave Spiderlabs.

Tidak dirinci bagaimana ATM-ATM itu terinfeksi, tetapi kelihatannya malware itu disandi (encode) pada sebuah kartu yang dapat disisipkan dalam sebuah ATM card reader yang me-mount serangan buffer overflow. Mesin ini terpapar dengan mengganti file isadmin.exe yang menginfeksi sistem.

Program isadmin.exe yang jahat kemudian memanfaatkan Windows API untuk memasang kode serangan. Caranya, dengan mengganti sistem file yang bernama lsass.exe dalam direktori C:-WINDOWS.

Begitu program jahat lsass.exe diaktifkan, program akan mengumpulkan nomor-nomor rekening dan PIN. Program lalu menunggu kendali manusia untuk menyisipkan kartu yang sudah dimanipulasi untuk mengambil alih ATM.

Setelah ATM ditempatkan di bawah kendali manusia penyerang, mereka dapat melakukan berbagai fungsi. Ini termasuk memanen data hasil curian atau bahkan mengeluarkan kotak uang.

Laporan Trustwave ditutup dengan kesimpulan, “Sangat merekomendasikan SEMUA lembaga finansial yang memiliki ATM untuk melakukan analisis lingkungannya guna mengenali apakah ada malware ini atau malware yang serupa.” Tentu saja, terserah pada lembaga finansial apa yang akan mereka lakukan setelahnya.

Sumber : kompas

Hati-Hati Memilih MLM

Belakangan ini, banyak sekali MLM yang masuk Indonesia, dengan beragam produk, baik produk kesehatan maupun non kesehatan. Semuanya mengklaim memiliki produk yang terbaik, perusahaan yang kuat dan marketing plan yang bagus.

Banyak MLM yang tidak memberikan informasi yang sebenarnya kepada calon konsumen terutama informasi tentang perusahaan. Informasi perusahaan, kebanyakan telah dimanipulasi dan dipoles sedemikian rupa, sehingga terlihat bagus dan menarik di mata konsumen. Padahal sebenarnya, bisa jadi perusahaan tersebut sedang mengalami kesulitan keuangan, kalah bersaing di negara asal, produk yang tidak laku atau sedang menghadapi kebangkrutan.

Continue Rading “

Kwik Menantang Boediono Debat Neolibralisme

Kwik Kwik Kian Gie mantan menko perekonomian era pemerintahaan Megawati, menantang cawapres Susilo Bambang Yudhoyono- Boediono untuk berdebat mengenai neoliberalisme dan perakteknya di Indonesia selama ini untuk membuktikan komitmen ekonomi Boediono sebenarnya.

“Boediono dan mafia brekeley lainya saya tantang untuk berdebat soal ini ( noeliberalisme ), karena saya yakin sekali bahwa Boediono berada pada posisi yang membenci adanya peran negara atas pasar” ujar Kwik saat berdiskusi dalam acara “Ekonomi Kemandirian vs Ekonomi Neolibral” di Jakarta, jumat

“Mantan Menko Perekonomian dan Gubernur BI itu sangat pro pasar bebas dan menolak intervensi negara dalam bentuk apapun. dan saya memiliki banyak bukti” ujar Kwik

Kejujuran Boediono perlu dipertanyakan tentang pernyataan “perlunya peran negara untuk mengatur pasar dan Indonesia harus terbebas dari intervensi IMF maupun Bank”. Dan penunjukan Boediono sebagai cawapres Yudhoyono makin membuktikan pemerintah sekarang  dan mendatang masih jauh dari kemandirian ekonomi.

Senada dengan Kwik, Hendry Saparni, ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menenggarai ada perbedaan mendasar antara Pilpres 2004 dengan 2009.

Pada Pilpres 2004, setiap cawapres berusaha mencari pasangan Cawapresnya yang mampu mendongkrak popularitas dan elaktabilitas.

Sementara pada Pilpres 2009, fokus beralih ke paradigma ekonomi yang akan menjadi dasar kebijakan pemerintah mendatang.

Dia juga mengatakan, untuk kelangkaan gas dan batu bara, Jusuf Kalla menegaskan perlu renegosiasi kontrak-kontrak
pertambangan yang dianggapnya tidak adil dan merugikan negara.

“Untuk isu yang sama, SBY lebih menekankan adanya efisiensi pengelolaan. Efisiensi untuk siapa?. Disini jelas, ada
perbedaan kemana arah ekonomi akan diperjuangkan kedua capres itu” ujarnya.

Kebijakan pemerintah saat ini yang beberapa kali memotong subsidi demi menutup defisit anggaran, perlu dipertanyakan, padahal defisit muncul karena untuk membayar hutang ujar Hendry

Jadi Wapres, Gaji Boediono Bakal Turun Rp 108 Juta

BudionoGubernur Bank Indonesia (BI) Boediono dipastikan menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Susilo Bambang Yudhyono (SBY). Berdasarkan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) milik Boediono oleh KPK tanggal 18 Juli 2008, jumlah total kekayaan Boediono mencapai Rp 18.660.488.141 dan 10.000 dolar AS.

Kekayaan tersebut dipastikan akan bertambah. Berdasarkan aturan penggajian atau remunerasi para anggota Dewan Gubernur BI pada 2007, gaji plus tunjangan-tunjangan yang diperoleh Boediono sebagai pemimpin bank sentral sebesar Rp 165 juta per bulan. Atau sekitar Rp 1,9 miliar pertahun.

Jika SBY-Boediono berhasil memenangkan Pemilu Presiden 2009 ini, gaji Boediono sebenarnya turun drastis. Pendapatan resmi seorang Wapres `hanya` Rp 57,2 juta per bulan saat ini. Sehingga, gaji Boediono pun akan berkurang sekitar Rp 108 juta per bulan