Wanita Lajang Dilarang Konsumsi Pisang Ambon

Sebagai wanita lajang, tentu banyak aturan dan mitos yang selalu ada di sekitar kehidupan kita. Namun, beberapa mitos, ternyata memang bisa dibuktikan secara ilmiah. Itulah sebabnya pelarangan tersebut memang seharusnya dipatuhi. Larangan makan buah pisang ambon bagi seorang yang masih gadis misalnya. Pakar gizi Prof Ir Ahmad Sulaeman MS PhD, dalam perbincangan ringannya dengan Republika, menjelaskan alasan ilmiah dibalik pelarangan ini. “Pisang ambon itu punya zat yang membuat libido tinggi,” ujarnya.

Jika terlalu banyak mengonsumsi pisang ambon, bagi seorang gadis, akan berbahaya, karena libidonya akan naik. Padahal statusnya masih gadis, sehingga tak bisa menyalurkan hasrat seksualnya. “Jika sudah menikah, libido tinggi tak akan menjadi masalah, namun ketika masih gadis, ini menjdi problem tersendiri. Jadi lebih baik kurangi saja,” ujarnya.

 

Sumber : Republika

Iklan

Kimono Pembawa Sial

kimonoDi bulan Februari 1657, sebuah upacara kecil dilakukan di Tokyo, untuk menolak bala. Dalam upaca kecil itu, seorang pendeta bermaksud membakar sebuah kimono, yang dianggap membawa sial. Kimono tersebut telah dimiliki oleh tiga anak perempuan yang semuanya meninggal sebelum sempat mengenakanya.

Upacara ini tidak akan tercatat dalam sejarah jika tidak ada buntutnya. Saat kimono tersebut dibakar, angin kencang berhembus dan api menyebar ikut melahap kuil tempat upacara dilakukan. Tidak berhenti disitu, api ikut menghancurkan hampir tiga perempat bagian kota Tokyo.

Tercatat ada 300 kuil ikut terbakar, ditambah 500 bangunan besar, 9000 toko dan 61 jembatan. Korban yang meninggal dalam kebakaran besar tersebut mencapai sekitar 100.000 orang. Semua karena kimono pembawa sial tersebut

Minuman Beralkohol Unik dan Menarik

Minuman Beralkohol Paling Aneh Di Dunia

Sudah bosan dengan bir atau anggur yang biasa anda temui? Mungkin sudah saatnya Anda harus merambah dunia minuman keras yang lebih ‘ajaib’ lagi. Sekedar perbandingan.. (bukan ingin membuat Anda ketakutan lho…) Mungkin saatnya Anda mencoba salah satu dari enam minuman keras yang paling ‘ajaib’ ini. Baca lebih lanjut

Ukuran Kaki Mempengaruhi Ukuran…..

Di sekitar kita banyak sekali beredar mitos mengenai pria, khususnya mengenai tubuhnya. Begitu populernya mitos tersebut, sehingga Anda merasa itulah yang benar. Tanpa Anda sadari, hal ini mempengaruhi penilaian Anda mengenai sosok seorang pria. Namun, namanya juga mitos. Kebanyakan dari hal tersebut tidak sesuai kenyataan. Ingin tahu beberapa di antaranya?

Mitos: Jari kaki yang besar berarti penis juga besar.
Fakta: Pertumbuhan jari kaki, jari tangan, dan penis, dipengaruhi oleh gen yang diturunkan oleh orangtua. Panjang dari kaki pun tidak dapat digunakan untuk memprediksi panjang anggota tubuh yang lain. Hal ini sudah terbukti dalam beberapa studi, yang menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara ukuran kaki pria dengan alat vitalnya. Dalam sebuah studi yang diadakan pada tahun 2002 oleh Jyoti Shah di St. Mary’s Hospital, London, bahkan dilakukan perbandingan antara ukuran kaki dan penis (sebanyak 104 penis diukur pada panjang maksimalnya untuk mengetahui konsistensinya). Hasilnya, tidak ada korelasi yang ditemukan.

Mitos: Jika si dia mencukur rambut atau janggutnya, rambut akan tumbuh lebih lebat dan kasar.
Fakta: Jika itu yang terjadi, menurut Dr. Aaron Carroll dari Indiana University dan penulis Don’t Swallow your Gum: Myths, Half-truths and Outright Lies About Your Body and Health, dokter bisa menemukan obat untuk masalah kebotakan pria dong? “Janggut sebenarnya akan terlihat lebih gelap dan kasar karena belum terekspos matahari. Begitu janggut itu tumbuh, ia akan terlihat sama dengan rambut yang sudah dicukur,” katanya.

Mitos: Cairan semen mengandung banyak kalori.
Fakta: Cairan semen terbuat dari air dan berbagai nutrisi, seperti vitamin C, kalsium, dan magnesium. Selain itu juga terdiri atas gula fruktosa, tetapi hanya sebesar 5-7 kalori dalam sekali keluar, demikian menurut Dr. Rachel Vreeman, kolega Dr. Carroll dari Indiana University.

Mitos: Pria lajang mendapatkan pengalaman seks yang lebih daripada pria menikah.
Fakta: Banyak orang mengatakan, pria menikah hanya akan tertidur lelap di dalam kamarnya, sedangkan pria lajang lah yang akan membuat “panas” kamar tidurnya. Namun dalam studi tahun 2006 yang digelar oleh National Opinion Research Center, terlihat bahwa pria menikah 28-400 persen lebih bahagia daripada para bujangan, tergantung dari usianya. Pria menikah lebih mampu membuat pasangannya mencapai orgasme, dan mereka juga lebih bersedia memberikan dan mendapatkan seks oral yang memuaskan.

Sumber : kompas

12 Mitos Malam Pertama plus Penjelasannya

Benarkah Malam Pertama (MP) selalu menjadi malam paling “menegangkan” bagi pengantin baru?

Tak jarang anggapan tentang MP yang dimiliki calon pengantin tergolong keliru, sehingga beredar mitos-mitos di kalangan masyarakat. Munculnya mitos ini, menurut dr. Nugroho Setiawan, Sp.And, androlog dari RS. Fatmawati Jakarta, disebabkan karena minimnya pengetahuan calon pengantin, terutama tentang seks. Berikut ini adalah mitos-mitos tentang malam pertama yang sering beredar: 

Baca selengkapnya