Gadis Cantik Tidak Sikat Gigi Selama 10 Tahun

Gosoklah gigi paling sedikit dua kali sehari. Namun, ternyata seorang gadis menolak menggosok giginya dan hal itu sudah berlangsung selama 10 tahun.

Hal ini terungkap dalam sebuah acara populer bertajuk Martian Virus dan sangat populer di Korea Selatan. Acara ini mencari orang-orang yang memiliki kebiasaan aneh dan tetap bangga melakukannya.

Acara ini memperkenalkan seorang gadis cantik yang sangat bertolak belakang antara kecantikannya dan giginya yang sangat kuning. Ia mendapat julukan Cutey Yellowish. Perempuan bernama Ji Hyun Ji (20) mengaku berhenti menyikat gigi sekitar 10 tahun silam. Sang ibu lah yang menggosok giginya saat itu.

“Saya tidak mengerti mengapa orang harus menyikay gigi. Sepertinya orang akan melihat ke dalam mulut Anda. Padahal kalau sisa makanan bertumpuk ini akan melindungi gigi Anda,” katanya. Ia hanya membersihkan giginya dengan tisu saat akan menghadiri acara-acara penting.

Acara ini juga menampilkan ahli gigi di mana mereka mendapatkan diagnosa tentang kebiasaan buruk Ji. Meski Ji sudah melupakan cara menggosok gigi, program ini menampilkan upaya yang meminta agar Ji menggosok giginya kembali lagi.

Sumber : jopiesihebadnih

Iklan

Tinggal di Ketinggian Sebabkan Umur Lebih Pendek

LONDON–Albert Enstein pernah mengatakan individu yang bertempat tinggal jauh dari Bumi akan mengalami waktu lebih cepat. Bila dianalogikan, individu yang bertempat tinggal di pencakar langit cenderung berumur pendek ketimbang individu yang bertempat tinggal di sebuah bungalow. Kini, perkataan Einstein bisa diukur dengan akurasi yang menganggumkan.

Sebelumnya, tim riset asal Institut Nasional Teknologi COlorado melakukan pemindahan salah satu jam ke lokasi yang lebih tinggi. Pemindahan itu menyebabkan kecepatan detik jam berlari lebih cepat meski sepersekian detik. Tim riset kemudian menyimpulkan individu yang berjalan 10 meter ke puncak tangga berdampak pada usia anda lebih cepat 900 miliar detik atau seseorang akan kehilangan 90 per miliar dari satu detik.

“Jika anda menghabiskan hidup berada di bagian atas Empire State Building yang memiliki tinggi 1250 meter (102 lantai), anda akan kehilangan 1004/1 juta per detik,” papar salah seorang peneliti, James CHin Chou. Peneliti memanfaatkan logika kuantum jam atom yang mampu menjaga waktu satu detik dari 3,7 miliar tahun. Jam atom itulah yang membuktikan bahwa jam yang diletakan pada daerah ketinggian berjalan lebih cepat karena tunduk pada gravitasi yang berkurang. Fenomena itu kemudian disebut ‘waktu pelebaran gravitasi’.

“Perbedaannya memang terlalu kecil untuk dipahami manusia. Namun dapat memberikan aplikasi praktis dalam geofisika dan bidang lain,” kata Chou. Temuan ini rencananya akan digunakan pada piranti teknologi yang difungsikan untuk mengukur bumi dan medan grativikasi. Temuan juga diterapkan pada ruang roket dan pesawat sebagai kompensasi gerak maju ketinggian.

Sumber : republika

Cacing Pita Pemakan Otak Manusia

Hilang keseimbangan, pusing-pusing, sulit menelan dan tubuh mati rasa sering didiagnosa sebagai gejala tumor otak. Tapi bisa jadi itu bukan tumor otak melainkan gejala cysticercosis. Penyebabnya adalah cacing pita yang menggerogoti dan memakan otak manusia.

Gejala awal yang dikeluhkan pasien itu memang mirip dengan gejala tumor otak atau penyakit stroke. Bahkan ketika dilakukan scan MRI, pertumbuhan tidak normal di otak terlihat seperti pertumbuhan tumor.

Namun ketika Dr Peter Nakaji, ahli bedah dari the Barrow Neurological Institute mengoperasi seorang pasiennya dengan kelainan tersebut, ia kaget karena menemukan sesuatu yang aneh pada otak pasiennya.

“Sebagai dokter bedah saya banyak menemukan hal-hal buruk dan aneh, termasuk ketika saya menemukan cacing parasit hidup yang sedang menggerogoti otak pasien. Cacing itu bisa menyebabkan kemunduran otak dengan sangat cepat,” ujar Nakaji seperti dikutip dari Livescience, Senin (21/12/2009).

Cacing parasit yang masuk ke dalam otak itu adalah cacing Taenia solium yang hidup pada jaringan hewan babi. “Seseorang yang terinfeksi cacing pita ini bukan berarti jorok, tapi mungkin saja berasal dari makanan yang mengandung parasit cacing tersebut,” kata Nakaji.

Kasus cacing parasit pada otak manusia ini semakin meningkat di Amerika. Lebih dari 20 persen ahli saraf di California pernah mendapatkan kasus ini. Cacing parasit yang dikenal dengan cysticercosis ini berasal dari usus babi dan bisa masuk dalam tubuh manusia serta berkembang di organ usus atau otak.

Jika seseorang makan larva cacing yang terdapat dalam daging, maka larva itu akan berujung di usus dan berkembang seperti alien. Seekor cacing bisa menghasilkan 50.000 telur setiap harinya. Tapi jika daging itu tercemar oleh telur dari kotoran babi dan dimasak deengan panas yang tidak sempurna, maka itulah yang memicu tumbuhnya cacing di otak.

“Berbeda dengan larva, telur cacing lebih mungkin untuk melewati aliran darah. Dari sana, telur bisa menjalar ke seluruh bagian tubuh, termasuk otot, permukaan bawah kulit dan otak,” Raymond Kuhn, Professor biologi dan ahli parasit dari Wake Forest University, Winston-Salem, North Caroline.

Menurut Kuhn, cysticercosis adalah masalah besar di beberapa negara Amerika Latin dan Meksiko karena kebiasaan orang di sana yang mengonsumsi daging babi setengah matang. Penyakit ini bisa menular jika orang yang terinfeksi punya kebiasaan buruk seperti jarang mencuci tangan.

“Telur-telur cacing Taenia solium itu bisa bertahan hidup di formaldehid, bahan yang keras dan berbahaya sekalipun. Bayangkan jika ia hidup di jaringan yang tidak berbahaya seperti organ tubuh manusia. Jika dibiarkan terus, ia bisa menghabisi organ-organ penting dalam tubuh manusia,” ujar Kuhn.

Untuk beberapa kasus, operasi pengangkatan cacing dalam tubuh tidak diperlukan karena cukup dengan obat, cacing tersebut bisa mati. Namun jika cacing tersebut sudah memasuki daerah percabangan pada otak, maka tidak ada lagi langkah yang bisa menyelamatkan pasien selain operasi pengangkatan cacing karena jika dibiarkan risiko kematian pun bisa menghampiri.

Sumber : health.detik

Tahi Lalat Itu Kini Jadi “Rambut Babi”

Pada enam bulan silam, Li Xiaoyuan tak merasakan apa-apa terhadap tanda lahir di punggungnya. Ukurannya pun kecil.

Namun sekarang, dokter yang menanganinya dibuat tercengang. Soalnya, di seluruh bagian belakang tubuh bocah berusia enam tahun itu tumbuh rambut seperti rambut babi hutan. Sikut kanannya pun mengalami hal yang sama. Tanda lahir berbentuk tahi lalat di bagian tubuh tersebut pun ikut-ikutan melebar pertumbuhannya.

Bagian yang ditumbuhi rambut itu seperti kerak kulit keras berwarna abu-abu. Penyebaran itu kini bahkan sudah mulai kelihatan di wajahnya. “Memilukan sekali melihat kondisinya yang seperti itu,” kata sang ibu, Li Jiang, Rabu (21/10).

Sementara itu, dokter bedah Lou Zhongquan dari Rumah Sakit Dermatologi Zhaoqing City mengatakan bahwa penyakit yang dialami pasiennya itu bisa jadi jarang sekali dialami oleh kebanyakan orang. “Pemicunya adalah perkembangan tahi lalat yang tidak terkontrol,” katanya.

Sampai sekarang, pihak rumah sakit tengah mengupayakan pengobatan bagi Xiaoyuan. “Sebetulnya, kalau tahi lalatnya masih berukuran kecil, kami bisa melakukan penyembuhan dengan terapi laser,” demikian Lou Zhongquan.

Sumber : kompas

Alergi Terhadap Seks

Kondisi alergi debu, alergi bulu hewan, atau alergi makanan sudah biasa kita dengar. Namun, ada satu alergi yang jarang terdengar namun sama berbahayanya dengan alergi lain; alergi seks atau yang dikenal juga dengan alergi seminal plasma. Bagaimana bisa terjadi? Baca lebih lanjut

Mari Beralih ke Air Kelapa

Di negara kita, air kelapa hijau sudah lama populer dimanfaatkan sebagai “obat” saat keracunan. Baru belakangan ini saja, air kelapa mulai diperkenalkan sebagai minuman pengganti sport drinks. Jadi, kita minum air kelapa untuk menggantikan cairan yang terbuang sehabis berolahraga. Baca lebih lanjut

Kondom

Jepang…, ya Jepang adalah negara yang konon katanya mempunyai produksi kondom terbesar di dunia salah satu perusahan besar itu adalah Fuji Latex.

Hingga saat ini Jepang mempunyai teknologi yang bisa memproduksi kondom super tipis yang di kenal dengan sebutan Polyurethane Condom yang juga terbilang mempunyai harga paling mahal sekitar $22 untuk 4 buah kondom. Baca lebih lanjut