20 Gambar Yang Membuatmu Harus Menilai Ulang Eksistensi Anda

Terkadang kita perlu berhenti dan memikirkan hal apa yang ada di sekitar kita, siapa kita dan apa yang harus diperhatikan. Percayalah, mungkin anda akan mengubah visi didunia ini setelah melihat postingan ini.

Pada saat yang bersamaan 20 pengingat ini membuat rahang merapat karna betapa tidak pentingnya kita dan membuat pikiran kita benar-benar takut dan penasaran.

1. Di sinilah kita semua hidup, Bumi kita.

via: visibleearth.nasa.gov

 

2. Ini  lingkungan  tata surya kita.

via: visibleearth.nasa.gov

 

3. Ini adalah jarak antara Bumi dan Bulan. Apakah Anda pikir bulan itu sangat jauh?

 

4.  Pada cincin Saturnus bisa memuat Enam Baris bumi.

via: astronomycentral.co.uk

 

5. Ini adalah komet, jika dibandingkan dengan Los Angeles. Besar, bukan?

via: mentalfloss.com

 

6. Ini adalah gambar matahari. Bumi adalah titik  kecil di sana.

via: twitter.com

 

7.  Bumi dilihat dari bulan.

NASA

 

8. Bumi dilihat dari Mars.

NASA

 

9. Bumi dilihat Dari Saturnus.

NASA

 

10. Dan Bumi dilihat dari Neptunus, 4 miliar kilometer jauhnya.

NASA

 

11. Mari  lihat lagi terlihat seperti apa Bumi  jika dibandingkan dengan matahari .

via: astronomycentral.co.uk

 

12. Apakah Anda tahu ternyata ada lebih banyak bintang di ruang angkasa daripada pasir di setiap pantai di Bumi?

via: science.nationalgeographic.com

 

13. Dan di antara semua bintang-bintang ini, banyak yang jauh lebih besar dari matahari kita. Lihatlah bagaimana jika dibandingkan dengan VY Canis Majoris.

via: wikipedia.org

 

14. Bima Sakti sangatlah besar. Bumi berada di dalamnya.

via: teecraze.com

 

15.  Bintang yang biasa kita lihat di malam hari hanya bagian dari lingkaran kuning ini saja,

via: twitter.com

 

16. Jangan pernah berpikir bahwa Bima Sakti adalah galaksi terbesar di ruang angkasa. Ini dia jika dibandingkan dengan Ic 1011!

via: twitter.com

 

17. Gambar ini diambil dari teleskop hubble . Dalam ruang ini ada jutaan galaksi, masing-masing galaksi mengandung jutaan bintang dan planet yang mengorbit di sekitar mereka.

via: hubblesite.org

 

18. Salah satu galaksi tersebut bernama UDF 423, dan berjarak 10 miliar tahun cahaya dari bumi. Ini berarti bahwa cahaya membutuhkan waktu 10 miliar tahun untuk mencapai bumi. Pada dasarnya, cara melihat galaksi ini Anda harus  cari 10 miliar tahun ke masa lalu!

via: wikisky.org

 

19. Harus diingat bahwa setiap satu inci pandangan ke langit pada malam hari, mengandung miliaran galaksi, bintang, planet.

via: thetoc.gr

 

20. Ini  adalah Black Hole  jika dibandingkan dengan orbit Bumi. Black Hole adalah wilayah ruang waktu di mana gravitasi begitu kuat sehingga tidak ada partikel atau cahaya sinar yang memasuki wilayah tersebut bisa lepas.

via: mcdonaldobservatory.org

 

Jadi, setiap kali Anda berpikir tentang kehidupan  dan eksistensi anda, tentang baik dan buruk di dunia ini, perlu diingat bahwa kita hanya bagian kecil, titik kecil yang hilang dalam ruang yang maha luas

photo credits: Andrew Z. Colvin (Own work) [CC-BY-SA-3.0], via Wikimedia Commons

Sebagaimana yang kita lihat seperti di tata surya kita.

photo credits: Andrew Z. Colvin (Own work) [CC-BY-SA-3.0], via Wikimedia Commons

Bumi  jika dibandingkan dengan galaksi bima sakti.

photo credits: Andrew Z. Colvin (Own work) [CC-BY-SA-3.0], via Wikimedia Commons

Dan bagaimana jika dilihat dari jauh.

photo credits: Andrew Z. Colvin (Own work) [CC-BY-SA-3.0], via Wikimedia Commons

Mari kita perkecil tampilannya sedikit lagi.

photo credits: Andrew Z. Colvin (Own work) [CC-BY-SA-3.0], via Wikimedia Commons

Sedikit  lagi.

photo credits: Andrew Z. Colvin (Own work) [CC-BY-SA-3.0], via Wikimedia Commons

Segala sesuatu yang kita katakan sebelumnya hanya terlihat sedikit titik merah. Sungguh Luar Biasa?

photo credits: Andrew Z. Colvin (Own work) [CC-BY-SA-3.0], via Wikimedia Commons

Memikirkan tentang bagaimana kecilnya Bumi jika dibandingkan dengan alam semesta ini benar-benar  membuat  pikiran saya melayang.

 

sumber : news.lewatmana.com

 

 

Tinggal di Ketinggian Sebabkan Umur Lebih Pendek

LONDON–Albert Enstein pernah mengatakan individu yang bertempat tinggal jauh dari Bumi akan mengalami waktu lebih cepat. Bila dianalogikan, individu yang bertempat tinggal di pencakar langit cenderung berumur pendek ketimbang individu yang bertempat tinggal di sebuah bungalow. Kini, perkataan Einstein bisa diukur dengan akurasi yang menganggumkan.

Sebelumnya, tim riset asal Institut Nasional Teknologi COlorado melakukan pemindahan salah satu jam ke lokasi yang lebih tinggi. Pemindahan itu menyebabkan kecepatan detik jam berlari lebih cepat meski sepersekian detik. Tim riset kemudian menyimpulkan individu yang berjalan 10 meter ke puncak tangga berdampak pada usia anda lebih cepat 900 miliar detik atau seseorang akan kehilangan 90 per miliar dari satu detik.

“Jika anda menghabiskan hidup berada di bagian atas Empire State Building yang memiliki tinggi 1250 meter (102 lantai), anda akan kehilangan 1004/1 juta per detik,” papar salah seorang peneliti, James CHin Chou. Peneliti memanfaatkan logika kuantum jam atom yang mampu menjaga waktu satu detik dari 3,7 miliar tahun. Jam atom itulah yang membuktikan bahwa jam yang diletakan pada daerah ketinggian berjalan lebih cepat karena tunduk pada gravitasi yang berkurang. Fenomena itu kemudian disebut ‘waktu pelebaran gravitasi’.

“Perbedaannya memang terlalu kecil untuk dipahami manusia. Namun dapat memberikan aplikasi praktis dalam geofisika dan bidang lain,” kata Chou. Temuan ini rencananya akan digunakan pada piranti teknologi yang difungsikan untuk mengukur bumi dan medan grativikasi. Temuan juga diterapkan pada ruang roket dan pesawat sebagai kompensasi gerak maju ketinggian.

Sumber : republika

Badai Pasir Terjang Pantai Kuta Bali

Aktivitas di pantai Kuta, Bali terganggu badai pasir dari angin barat yang cukup kencang, bahkan pasir putih itu sampai menutupi ruas jalan raya Kuta.

“Sekarang anginnya kencang sekali, sejak tadi pagi kami sudah melihat penghadang ombak berupa batu besar yang ada di depan Hotel Kartika Plaza sampai hancur,” Kata Ketua Satgas Pantai Kuta I Gusti Ngurah Tresna di Kuta, Bali, Senin (1/2/2010). Baca lebih lanjut

Gempa & Tsunami Dahsyat Berpotensi Terjadi Lagi di Sumatera

Indonesia pernah mengalami gempa dan tsunami dahsyat di Aceh dan sekitarnya. Gempa dan tsunami serupa yang menewaskan banyak orang seperti peristiwa 26 Desember 2004 itu bisa terjadi lagi di Sumatera. Dan kota Padang yang baru diguncang gempa tahun lalu, sebagai garis bidiknya. Baca lebih lanjut

Mari Beralih ke Air Kelapa

Di negara kita, air kelapa hijau sudah lama populer dimanfaatkan sebagai “obat” saat keracunan. Baru belakangan ini saja, air kelapa mulai diperkenalkan sebagai minuman pengganti sport drinks. Jadi, kita minum air kelapa untuk menggantikan cairan yang terbuang sehabis berolahraga. Baca lebih lanjut

Peringatan Detik-detik Proklamasi di Bawah Laut

Sebanyak 2.827 orang ikut serta dalam pemecahan rekor dunia upacara bawah air di Pantai Malalayang, Manado, Senin, dalam rangka peringatan detik-detik proklamasi HUT Kemerdekaan RI ke 64.

“Selain peserta ada juga tujuh pejabat upacara dan 19 tim setting area, di bawah air Pantai Malalayang,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul di Manado Senin (17/8).

Sitompul menjelaskan para peserta itu terdiri atas 2.700 penyelam lokal, penyelam VIP dan 76 partisipan dari mancanegara.

Dalam upacara tersebut bertindak sebagai inspektur upacara adalah Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Moekhlas Sidik, dan komandan upacara Kadispenal, Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul.

Sumber : kompas

Ketika Alam Menyapa ( Foto )

l01_19422649

Dibalik suara yang menggelegar ternyata ada keindahan yang mungkin tak sempat kita perhatikan. Begitu indah, begitu menakjubkan.

l02_19628487

Jangan salah Tuhan tidak marah dan jangan marah Tuhan tidak pernah salah semua berjalan dan terjadi dengan ketentua Nya

l07_19579629

Walaupun seluruh umat manusia tidak ada yang menyembahMu, Engkau tetap Yang Maha Kuasa

l25_19703547

Sumber : boston.com