Menelusuri Jejak Perjalanan Tari Pendet Milik Bali yang Diklaim Malaysia

Bali memang gudangnya tarian. Walaupun banyak punya jenis kreasi hasil kreatif tarian, masyarakat Bali tak lupa dengan karyanya. Makanya ketika Malaysia mengklaim tari Pendet adalah milik negeri yang menyiksa Manohara Odelia Pinot itu, seniman pulau ini berteriak.

SIANG itu sangat adem di Art Center. Namun suasana marah, mangkel dan pedih dialami sejumlah seniman. Karya seni leluhur Bali dengan pongahnya diklaim oleh Malaysia.

Raut wajah sejumlah dedengkot seni Bali seperti Prof Wayan Dibia kelihatan menegang. Begitu juga dengan yang lain. Kasus ini mengingatkan dirinya dengan masalah yang pernah muncul sebelumnya. Mulai mengambil Pulau Sipadan dan Likitan. Mengakui kesenian Reog, penyiksa TKW (tenaga kerja wanita) hingga pangeran kerajaan dituduh menyiksa anak bangsa Manohara.

Menganggap seriusnya masalah ini. Prof Dr Wayan Dibia MA sampai mengundang khusus seniman yang menjadi saksi mata perjalanan tari Pendet di Bali yakni Ni Ketut Arini. Kemudian Dibia dengan gangsa nunggal (satu alat musik Gangsa), memainkan tabuh tari Pendet. Setelah itu Ni Ketut Arini mengajak dua bocah bernama Gung Ari dan Gung Cahya menari di atas rumput, di pinggir kolam Art Center.

Kepiawain Dibia memainkan gambelan, ditambah lagi penari yang sangat menjiwai dengan dalam, membuktikan jika tarian Pendet sudah mengakar di Bali, bukan baru beberapa minggu ada di Bali. Dengan kata lain sudah mendarah daging di hati masyarakat Bali.

Seperti apa sebenarnya Pendet? Dibia membedah dengan sangat terinci. Tari Pendet adalah kesenian tradisional yang telah menjadi bagian dari tradisi budaya Hindu-Bali sejak ratusan tahun lalu. Bahkan keberadaannya hingga saat ini tidak jelas siapa penciptanya. ”Tari Pendet ada sejak ratusan tahun lalu, dan penciptanya tidak jelas sehingga tari Pendet menjadi anonim. Tanpa ada yang tahu siapa penciptanya,” kata mantan Rektor ISI Denpasar ini, berkisah.

Awalnya adalah tarian religius atau tari wali. Ditarikan setiap piodalan di pura-pura di Bali. Yang menarikan wanita dengan pakain ala kadarnya. Sebagai tari penyambutan turunnya Dewata saat piodalan.

Sama halnya dengan Tari Rejang dan Gabor. Bahkan roh Pendet, di beberapa daerah di Bali berkembang menjadi Baris Pendet, tarian-tarian kelompok yang dibawakan laki-laki. Menari sambil memaikan senjata, juga masih menjadi tari wali (sakral).

Namun dalam perjalanannya, tari Pendet mulai digali oleh seniman Bali. Sejak awal tahun 1950-an para koreografer di Bali mengambil roh Tari Pendet Wali. Untuk menjadi tarian Bali-balihan, khusus untuk menjadi tarian penyambutan seperti Tari Panyembrahma. “Bahkan tergolong tari penyambutan tertua di antara tari penyambutan,” imbuh pria yang getol membongkar aib ISI Denpasar di bawah komando Prof Rai itu.

Sejarah mencatat di balik suksesnya menjadikan tari Pendet menjadi tari penyambutan adalah seniman kelahiran Desa Sumertha, Banjar Lebah; Ni Ketut Reneng dan I Wayan Rindi. Pertama ditarikan oleh empat orang perempuan. “Pertama ditarikan tahun 1950-an adalah di Bali Hotel (Inna Bali Hotel) Jalan Veteran untuk menyambut tetamu (turis),” ungkap Dibia.

Siapa penari pertama yang terdiri atas empat orang itu? Koran ini berhasil menemui langsung dalam pernyataan sikap para seniman di Art Center. Salah satu dari empat itu adalah Ni Ketut Arini. perempuan yang saat ini sudah berumur 57 tahun ini mengatakan jika empat orang yang menarikan saat Tari Pendet jadi tari penyambutan adalah Ni Luh Roni, I Gusti Putu Sita, Wayan Merti, dan dirinya sendiri.

Perempuan yang dari umur tujuh tahun sudah bisa menari ini melanjutkan, cerita awalnya dari Ni Ketut Reneng dan I Wayan Rindi. Keduanya tercatat sebagai guru tari di Banjar Lebah, Denpasar. Saat duduk-duduk di banjar tercetus keinginan membuat tari penyambutan. “Kenken carane apang ngelah igelan penyanggra tamiu (Bagaimana caraya agar punya tarian penyambut tamu),” begitu Arini mengingat percakapan dengan dua tokoh yang ikut mengkreasi Tari Pendet tersebut.

Akhirnya disepakati Pendet Wali diambil rohnya untuk dijadikan tari penyambutan. Bahkan gerak inti dari tari Pendet, Arini masih ingat. Mulai nyembah atau menyampaikan salam selamat datang kepada penonton, ngagem baik dalam posisi agem kanan (agem ngawan) atau agem kiri (agem ngebot), dan ngegol yaitu berjalan perlahan sambil menggoyangkan pinggul. Bagian pangadeng diakhiri dengan gerakan ngelung yaitu merebahkan tubuh ke samping kiri dan kanan.

Pakaad adalah bagian ketiga sekaligus penutup dari tarian ini.

Yang cukup membanggakan bagi Tari Pendet, masih indah di kenangan Arini. Pada tahun 1962, I Wayan Beratha yang juga koreografer andal Bali dan kawan-kawan menciptakan tari Pendet masa, dengan jumlah penari tidak kurang dari 800 orang.

Penari Bali akhirnya diboyong ke Jakarta yang kebetulan saja Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Tari Pendet Bali ditampilkan secara masal untuk membuka ajang olahraga bergengsi tingkat Asia itu. “Saat itu tarian asal Bali, yaitu Tari Pendet yang diakui oleh Malaysia sekarang mengharumkan nama Indonesia dalam pembukaan Asian Games,” kenang Arini, perempuan yang salah satunya ikut dalam pembukaan Asian games tahun 1962 tersebut.

Bahkan menurut Dibia, sejarah juga mencatat yang meminta Tari Pendet menjadi tarian pembuka adalah Presiden Pertama Soekarno. “Catatan sejarah yang mungkin dilihat Malaysia saat itu, kan juga ikut Asean Games. Dan catatan sejarah itu membuktikan jika Tari Pendet milik Bali,” tuntas dia.

Sumber : jawapost


4 Tanggapan

  1. […] Menelusuri Jejak Perjalanan Tari Pendet Milik Bali yang Diklaim Malaysia Bali memang gudangnya tarian. Walaupun banyak punya jenis kreasi hasil kreatif tarian, masyarakat Bali tak lupa dengan karyanya. Makanya ketika Malaysia mengklaim tari Pendet adalah milik negeri yang menyiksa Manohara Odelia Pinot itu, seniman pulau ini berteriak. SIANG itu sangat adem di Art Center. Namun suasana marah, mangkel dan pedih dialami sejumlah seniman. Karya seni leluhur […] […]

  2. betapa karya agung pendet itu
    klaim pihak malingsia bukan hal baru, sbg bukti malingsia bangsa kelas teri, tanpa malu, dan tidak memahami pergaulan internasional
    jayalah indonesia

  3. […] Menelusuri Jejak Perjalanan Tari Pendet Milik Bali yang Diklaim Malaysia […]

  4. This paragraph will assist the internet users for creating new weblog or even a blog from
    start to end.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: