“Saya Noordin M Top”

noordinnoordin-m-top

“Saya Noordin M Top”, itu mungkin kata-kata terakhir diucapkan buronan yang paling diburu di Indonesia Noordim M Top ketika Polisi mengepungnya dan menanyakan siapa didalam dan menyuruhnya menyerah.
Setelah terkepung selama 19 jam akhirnya Noordin M Top sang gembong teroris Indonesia itu tewas .

Siap dia

Noordin Mohammed Top  ( lahir di Kluang, Johor, Malaysia, 11 Agustus 1968 )  adalah seorang warga negara Malaysia yang merupakan tersangka gembong teroris yang diduga bertanggung jawab atas serentetan serangan teror di Indonesia.
Rekannya Dr. Azahari telah terlebih dahulu tewas dalam suatu penyerangan oleh pasukan Detasemen Khusus 88, tim khusus antiteror Polri di Kota Batu tanggal 9 November 2005.

Noordin  ke Indonesia bersama Azhari Husin setelah Pemerintah Malaysia mengganyang gerakan Islamis setelah peristiwa 11 September 2001 silam…

Di Indonesia dia menikah dan memakai nama lain, Abdurrachman Aufi. Istrinya, Munfiatin, dipenjara bulan Juni 2005 karena dinyatakan bersalah menyembunyikan informasi keberadaan suaminya.

Kedua warga Malaysia ini diduga bekerja sama dalam merencanakan serangan, dengan Noordin bertindak sebagai penyandang dana sementara Azahari sebagai pembuat bom.

Selain dua serangan bom di Bali, keduanya juga diduga terlibat dalam dua serangan besar lain – pemboman hotel JW Marriot tahun 2003 yang menewaskan 12 orang dan kedutaan besar Australia tahun 2004 yang menewaskan 11 orang.

Densus 88 Anti Teror Mabes Polri akhirnya berhasil mengepung Azahari, seorang insinyur yang meraih gelar Doktor dari Universitas Reading Inggris, di sebuah rumah di Jawa Timur November 2005.

Ayah dua anak ini tewas akibat peluru polisi atau bom yang diledakkan oleh seorang anak buahnya, namun Noordin selalu berhasil lolos dari penangkapan.

Bulan Januari 2006, polisi mengatakan Top menyatakan diri sebagai pemimpin kelompok baru bernama Tanzim Qaedat al-Jihad, yang berarti Kelompok untuk Dasar Jihad.

Para pengamat berspekulasi dia meninggalkan struktur inti Jemaah Islamiyah akibat perbedaan pendapat mengenai serangan pada “sasaran empuk”, yang seringkali memakan korban warga sipil.

Bulan April 2006 polisi menggerebek satu rumah di desan Binangun, Jawa Tengah setelah muncul laporan Noordin Top tinggal di sana.

Dua orang yang diduga militan Jemaah Islamiyah tewas dan dua lagi ditangkap dalam aksi tembak menembak yang terjadi dini hari.

Sejumlah bahan peledak kemudian ditemukan di dekat lokasi.

Namun, Noordin Top tidak berada di rumah itu dan dia tetap menjadi sasaran pengejaran utama polisi Indonesia.

Belakangan ini, Noodin M Top diduga terlibat dalam pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton . Dan Noordin M Top wafat di Beji, Temanggung, Indonesia, tanggal  8 Agustus 2009 pada umur 40 tahun

Berakhir sudah petualangan Noordin, dengan  meninggalkan banyak pertanyaan yang harus diselesaikan dan diungkap oleh Kepolisian Indonesia.


3 Tanggapan

  1. Memberantas “Teroris” adalah WAJIB hukumnya. Tetapi upaya-upaya untuk membangun opini bahwa teroris adalah identik dengan Islam adalah juga sebuah perbuatan TEROR. Silahkan bunuh Terorisnya tetapi jangan melukai Keluarganya, Istrinya, Anaknya, apalagi mengkait-kaitkan dengan Agama yang dianutnya. Karena ada sebuah gejala tumbuhnya generasi teroris baru muncul dari rasa simpati atas penindasan dan penanganan terorisme yang tidak profesional dan mengesampingkan hak-hak hidup orang lain disekeliling pelakunya. Katakanlah ada seorang anggota POLISI yang melakukan perampokan, silahkan tangkap oknumnya, tetapi jangan menghakimi Anak dan Istrinya yang tidak tahu-menahu tentang kejahatan itu. Saya sangat apresiasi terhadap pemberantasan terorisme, bravo Densus 88… lanjutkan tugas muliamu…. tampilkan dirimu sebagai benteng negara sejati, bukan sebuah drama komedi.. Salam!

  2. dari pda PuZiNK2 mikirin TeROrIsMe mending nyanyi:
    Musthapa………ibrahim……..
    Musthapa………ibrahim……..
    ya kyaiyu ya khoiyum…..
    Allah…..Allah…..ku berdoa…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: