Penyesalan Seorang Mantan Mata-mata

Mata-mata asal Inggris yang terkenal pada era Perang Dingin, Anthony Blunt, menyesali diri karena pernah menjadi mata-mata bagi kepentingan Uni Soviet, yang sudah bubar.

Hal itu dianggapnya sebagai ”kesalahan terbesar” dalam hidupnya. Penyesalan Blunt ini terungkap dalam buku riwayat hidup yang dipublikasikan, Kamis (23/7), 25 tahun setelah kematiannya.

Blunt yang pernah menjadi penasihat seni Ratu Elizabeth II memulai karier dengan semangat idealisme masa muda. Blunt dikenal sebagai ”Pria Keempat” dalam lingkaran mata-mata yang direkrut dari Cambridge University. Setelah itu, ia bekerja untuk badan intelijen Inggris M1-5 dan membocorkan ratusan informasi penting dan rahasia ke Uni Soviet.

Blunt direkrut bersama tiga rekan lain sekampus, yakni Guy Burgess, Kim Philby, dan Donald Maclean, tahun 1930-an. Riwayat hidup Blunt ini mengungkapkan beberapa informasi baru mengenai karier Blunt seperti keinginan bergabung dengan Partai Komunis sebagaimana dilakukan beberapa anak muda masa itu. Namun, Burgess melarangnya. Ketika itu Burgess sudah direkrut Soviet dan diminta menyamar dengan bekerja di Pemerintah Inggris.

”Guy meyakinkan saya bahwa saya bisa lebih berguna jika bergabung dengannya. Suasana Cambridge waktu itu sangat tegang. Antusiasme pada aktivitas antifasis luar biasa. Itu kesalahan saya. Saya masih sangat naif pada masalah politik,” tulis Blunt dalam bukunya yang selesai ia tulis sesaat sebelum kematiannya pada tahun 1983.

Blunt berharap bisa mengakhiri karier sebagai mata-mata setelah Perang Dunia II dan kembali kuliah dan menjadi ahli sejarah seni.

Ketahuan Thatcher

”Saya kecewa pada marxisme dan Rusia. Saya tidak mau tahu lagi dengan teman-teman Rusia saya dan ingin kembali kuliah. Tetapi kenyataan tidak semudah itu karena saya masih tahu semua kegiatan Guy, Donald, dan Kim,” tulisnya soal alasan mundur.

Burgess dan Maclean kemudian menjadi diplomat Inggris, pindah ke Moskwa tahun 1951 setelah Philby membongkar rahasia mereka. Untuk menyelamatkan diri, Blunt diminta pindah ke Rusia, tetapi menolak. ”Lebih baik saya hadapi risiko ketimbang pindah ke Rusia”.

Philby masih tetap bekerja di MI-6 (intelijen khusus untuk luar negeri) dan pindah ke Rusia tahun 1963. Profesi ganda Blunt ketahuan pada 1979 oleh Margaret Thatcher yang ketika itu masih anggota parlemen. Hal ini nyaris membuatnya bunuh diri. ”Banyak orang bilang bunuh diri itu solusi mengerikan. Setelah saya pikir-pikir, itu solusi pengecut,” tulis Blunt.

Blunt akhirnya mengakui semua boroknya dan tidak dihukum dengan imbalan memberikan informasi tentang Soviet. Setelah itu, Blunt menghilang dan bersembunyi di balik ”wiski dan setumpuk pekerjaan”. Ia diduga kemudian tinggal di suatu tempat di Eropa sebelum kembali ke London. Selesai menulis buku, Blunt meminta Perpustakaan Inggris menyimpannya tahun 1984 dan berpesan agar perpustakaan tidak memublikasikan buku itu hingga 25 tahun berikutnya.

Sumber : kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: