Perilaku Seks yang Disembunyikan Pria

Bila Anda masih baru berpacaran, biasanya masing-masing pihak masih malu-malu menunjukkan kebiasaan-kebiasaan kecilnya yang mungkin memalukan. Misalnya, ibunya mungkin masih selalu meneleponnya mengingatkan untuk makan. Namun, ketika hubungan Anda makin serius, dan berlanjut ke jenjang pernikahan, mungkin Anda merasa sudah mengetahui semua “kebusukan” pasangan Anda. Benarkah?

Menurut penelitian baru yang dipublikasikan di The Journal of Sex and Marital Therapy, satu dari 10 pria menyembunyikan perilaku seksual yang serius. Ada dua jenis rahasia yang disimpan pria, demikian pendapat Les Parrott, penulis Crazy Good Sex. “Hal-hal yang diharapkan para pria bahwa istri atau kekasih mereka mengerti, tetapi mereka khawatir yang terjadi adalah sebaliknya; dan hal-hal yang sedang mereka coba hindari.”

Berdasarkan fakta tersebut, majalah Women’s Health membuat jajak pendapat yang melibatkan ratusan pria, untuk mempelajari apa yang mereka sembunyikan pada tahap menjalin hubungan, dan menanyakan pendapat sejumlah pakar. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Ketika masih pacaran
Jumlah wanita yang pernah bersamanya.
Beberapa pria melebih-lebihkan jumlahnya agar terkesan lebih berpengalaman. Beberapa yang lain justru merendahkan diri, supaya Anda tidak menuduhnya player. “Pria tahu bahwa jika mereka mengakui jumlah mantan pacar yang banyak, hal itu mengirimkan pesan bahwa mereka tidak ingin berkomitmen,” ujar David Buss, psikolog dari University of Texas di Austin, dan penulis The Evolution of Desire. Jika Anda mendapati bahwa ia berbohong mengenai sejarah cintanya, sampaikan bahwa Anda mengetahui hal itu, tetapi berikan ia kesempatan untuk menjelaskan. “Ia mungkin berbohong karena malu, insecure, atau begitu tertarik pada Anda,” kata Ian Kerner, PhD, penulis She Comes First: The Thinking Man’s Guide to Pleasuring a Woman.

Ia sering nonton film biru. Pornografi yang dinikmati sesekali tidak menjadi masalah. Namun, menurut sebuah studi dari Brigham Young University, 87 persen pria menikmati beberapa jenis pornografi setahun terakhir, dan satu dari lima pria menonton film biru setiap hari. Alasannya? Sederhana saja. Pria senang melihat wanita telanjang, tapi yang mengkhawatirkan adalah betapa cepatnya mereka tergantung pada gambar-gambar erotis tersebut. Saat menonton pornografi, hormon endorfin dan epinephrine (hormon yang menimbulkan gairah dan kewaspadaan) dilepaskan. Perasaan inilah yang bisa menjadi adiktif, dan akan merugikan ketika mulai mengganggu kehidupan seks Anda berdua. Pertanyaan yang perlu diajukan adalah, apakah ia menggunakannya untuk menghindari sesuatu, demikian menurut sex therapist Sandor Gardos, PhD. Jika si dia menyembunyikan koleksi pornografinya, dan mencari-cari alasan untuk tidak bercinta dengan Anda, hati-hatilah.

Ia membandingkan Anda dengan mantan kekasihnya. Si dia mengukur segala hal mengenai diri Anda: wajah, kemampuan Anda di atas ranjang, atau seberapa baik hubungan Anda dengan teman-temannya. Namun hal ini tidak selalu buruk. “Wajar saja kok membuat perbandingan, dan seorang mantan adalah referensinya yang utama,” kata Christopher Blazina, PhD, guru besar psikologi di Tennessee State University.

Anda tak perlu mengkhawatirkan apa pun karena mungkin dia justru mengakui kelebihan Anda. Yang perlu diwaspadai adalah jika ia makin sering mengatakan, “Mantanku sering…” atau “Mantan saya dulu enggak pernah….” Hal ini tidak berarti ia belum melupakan mantannya, tetapi tetap akan menyakitkan bagi Anda, kata Blazina. Katakan saja, cerita-ceritanya tentang mantan kekasih itu membuat Anda tidak nyaman.

Ketika bertunangan
Ia masih bermasturbasi, dan mungkin lebih sering dari yang Anda kira.
Dua puluh persen pria yang mengikuti jajak pendapat Women’s Health mengakui melakukan masturbasi setiap hari. Sebanyak 33 persen lainnya melakukan “swalayan” tiga kali seminggu, sering kali dilakukan di kamar mandi. Masturbasi sebenarnya adalah perilaku normal. Namun, jika ia menghindari seks bersama pasangannya atau mengalami kesulitan ereksi saat bersama Anda, hal ini bisa menjadi tanda bahwa kebiasaannya sudah menjadi masalah. “Ada banyak pria yang bercinta dengan pasangannya sekali atau dua kali sebulan, tetapi bisa masturbasi 20-25 kali,” kata psikolog Barry McCarthy, PhD, penulis Discovering Your Couple Sexual Style.

Ia berhubungan kembali dengan setidaknya satu mantannya secara online. Teknologi memang memungkinkan siapa pun untuk berhubungan kembali dengan teman lama atau mantan kekasih. Dalam empat tahun terakhir, jumlah orang dewasa yang memiliki akun di situs-situs jejaring sosial meningkat empat kali lipat. Para ahli mengatakan bahwa pria berusaha menghubungi mantannya untuk mendapatkan jaminan. Orang senang memiliki back-up, tidak untuk membangun hubungan jangka panjang, tetapi sebagai semacam pelarian ketika hubungan mereka saat ini kandas. Jadi, berhati-hatilah jika si dia mengatakan bahwa ia menemukan teman-teman lamanya di Facebook, dan selalu mencari-cari alasan untuk bermain-main di sana.

Ia khawatir tidak akan dapat setia kepada pasangannya. Analisis terbaru dari General Social Survey menemukan bahwa hingga 20 persen pria di bawah usia 30 tahun telah tidak setia, yang merupakan peningkatan sebesar 5 persen sejak 15 tahun lalu. Yang lebih parah, budaya kita telah menyebarluaskan mitos bahwa hubungan seks mulai tidak menyenangkan begitu Anda menikah, ujar Parrott. Sebuah studi dari University of North Texas mendapati bahwa pasangan menikah di dalam film jarang digambarkan memiliki kehidupan seks yang baik. “Hal itu merupakan perspektif pria yang umum, khususnya dalam tahun-tahun pertama pernikahan,” katanya. Karena itu, tugas Andalah untuk terus meyakinkan si dia bahwa hubungan seks Anda akan terus bergelora.

Ketika telah menikah
Ia ingin bercinta dengan Anda dua kali lebih sering.
Sebuah studi menunjukkan bahwa pria menginginkan hubungan intim 50 persen lebih sering daripada yang mereka lakukan saat ini dengan pasangannya. Meskipun demikian, kebanyakan pria memilih tidak mengutarakan hal tersebut. “Mereka mungkin takut, menyampaikan hal tersebut justru akan memperburuk keadaan,” ujar Blazina. Ia juga takut alasan mengapa Anda tidak memiliki hasrat sebesar dia adalah karena kemampuannya di ranjang tidak memuaskan. Anda bisa menolongnya dengan sesekali berinisiatif mengajaknya bercinta, dan merespons ajakannya lebih sering. Hasrat Anda memang tidak akan menyamai hasrat si dia. Namun, setidaknya Anda bisa lebih bersemangat dengan sinyal-sinyal yang dikirimnya.

Ia flirting dengan rekan kerjanya. Dua pertiga orang Amerika melaporkan bahwa kantor mereka menjadi ajang flirting, kata Janet Lever, PhD, sosiolog di California State University, Los Angeles. Namun, para ahli mengatakan bahwa sebenarnya wajar saja bila tumbuh ketertarikan di ruang kerja. “Rekan kerja adalah target utama,” kata Lever, “karena kantor adalah tempat kita menghabiskan paling banyak waktu bersama.” Anda tak perlu jadi kalang kabut mengawasi suami karena hal ini. Menurut Lever, penelitiannya membuktikan hanya 9 persen aksi flirting yang berakhir dengan perselingkuhan, atau perceraian. Namun Anda harus lebih peka jika suami mulai lebih peduli dengan penampilannya, kehidupan seks Anda mulai kacau, ia menyebutkan nama seorang rekan kerjanya lebih sering daripada yang lain, atau tiba-tiba ia makin sering bekerja lembur.

Sumber : kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: