Terusik Merunut Jejak Nenek Moyang

Ancestry bukan satu-satunya organisasi silsilah di AS. Sedikitnya ada dua puluh organisasi lain yang menjajakan tes genetik (DNA) untuk menelusuri silsilah orang bersangkutan. Tapi, karena dimiliki oleh pebisnis kulit hitam, African Ancestry menjadi yang paling populer di kalangan warga Afro.

Apalagi, lembaga tersebut mampu merunut silsilah seseorang sampai ke nenek moyang dan suku Afrika-nya. ”Itu seperti sebuah paket selamat datang ke Afrika,” ujar Ofori Anor, editor majalah ekspatriat Afrika Asante sebagaimana dilansir BBC kemarin (29/6).

Pria kelahiran Ghana tersebut mendukung spesifikasi yang diambil African Ancestry dalam merunut nenek moyang warga Afro di Afrika dengan biaya USD 349 (sekitar Rp 3,5 juta). Sejauh ini, tercatat setengah juta warga AS melakukan tes DNA. Sekitar 35.000 di antaranya adalah kaum Afro.

Begitu klien membayar biaya tes DNA tersebut, African Ancestry langsung bertugas. Yakni, mengambil sampel DNA dari pipi bagian dalam klien. Selanjutnya, sampel tersebut dibawa ke laboratorium African Ancestry untuk dibandingkan dengan di database. Organisasi tersebut mengklaim memiliki 25.000 sampel DNA dari 30 negara dan 200 suku bangsa.

Setelah hasilnya diketahui, African Ancestry mengirimkan dokumen DNA kepada klien. Lengkap dengan sertifikat silsilah leluhur serta peta Afrika. ”Kami hanya ingin mengubah cara pandang manusia terhadap diri mereka dan cara pandang mereka terhadap Afrika,” ujar Gina Paige, pendiri African Ancestry.

Tampaknya, tujuan yang ingin dicapai Paige itu mulai terwujud. Kini, para pesohor Afro yang berkunjung ke Afrika tidak hanya tertarik pada kente -pakaian tradisional suku Benua Hitam- itu dan topeng. Selain mengagumi kesenian dan budaya di tanah leluhur, para pesohor mulai berinvestasi di sana.

Cara paling populer adalah membeli properti di Accra, Ghana, dan Freetown, Sierra Leone. ”Sekarang yang kami butuhkan adalah keterlibatan mereka (warga Afro) di salah satu negara atau budaya,” papar Andrew Young, aktivis HAM sekaligus konsultan bagi perusahaan-perusahaan Amerika yang ingin berbisnis di Afrika.

Lewat tes DNA dan peluang bisnis itu, persepsi penduduk Afrika terhadap saudara-saudara Afro mereka juga mulai berubah. Kini, mulai terjalin kedekatan emosi. Terutama, sejak Obama sukses bertakhta di Gedung Putih. Sebab, keberhasilan presiden kulit hitam pertama AS itu pun tidak lepas dari peran warga, politisi, pebisnis, dan pesohor Afro.

Perlahan tapi pasti, lewat kiprah dan prestasi para pesohor Afro di negeri adikuasa tersebut, Afrika mulai diperhitungkan. Para pemimpin tradisional Afrika pun tidak perlu lagi memberikan penghargaan suku kehormatan kepada pesohor atau tokoh Afro yang berkunjung ke negerinya. Sebab, lewat tes DNA yang dipopulerkan African Ancestry, sebagian besar kaum Afro lantas tergerak untuk berkunjung ke tanah leluhur dan bahkan berbisnis di sana.

Misalnya, yang dilakukan Lyndra Marshall. Pensiunan 56 tahun asal Maryland tersebut langsung terbang ke Ashanti, Ghana, setelah hasil tes DNA dari African Ancestry menunjukkan bahwa leluhurnya berasal dari sana. ”Dulu, kami tidak pernah membicarakan dari mana asal kami. Tapi, sejak Obama, presiden kami, tidak enggan mengakui bahwa dia adalah warga Amerika sekaligus Afrika, kami menjadi tertarik pula untuk menyelidiki asal-usul kami,” jelasnya.

Sebelumnya, Whoopi Goldberg pun diharapkan melakukan hal yang sama dengan Marshall. Setelah hasil tes DNA menyebutkan leluhurnya berasal dari Papel dan Bayote, kawasan di Guinea-Bissau, dia diundang berkunjung ke negara tersebut. Bahkan, departemen pariwisata negeri itu juga mengundang dia secara khusus pada 2007 supaya kunjungan wisatawan ke Guinea-Bissau meningkat. Tapi, bintang Sister Act itu terpaksa menolak karena takut melakukan perjalanan dengan pesawat terbang.

Sumber : jawapost

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: