Malaysia Klaim Tenun Ikat Sambas

Malaysia sepertinya tidak bosan mengklaim karya Indonesia. Yang terbaru, tenun ikat kerajinan Sambas, Kalimantan Barat, diakui sebagai produk negeri jiran itu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar Dody S. Wardaya menemukan tenun ikat Sambas yang diberi label made in Malaysia.

Tenun ikat itu aslinya memang diproduksi para perajin asal Sambas. Pemasarannya sampai ke Malaysia. Saat beredar di pasar negeri jiran, produk itu dilabeli made in Malaysia. ”Supaya jangan sampai berlarut-larut, ini segera kita daftarkan jenis-jenisnya,” kata Dody.

Begitu juga jenis tenun ikat lain dari kabupaten/kota di Kalbar dan hasil industri kreatif lain seperti tikar. Kerajinan itu juga diincar Malaysia. “Di Waterfront Kuching, Malaysia, banyak pedagang kaki lima di sana menjual produk dari Indonesia dengan label made in Malaysia. Mereka pandai, sebelum dijual, barang-barang itu dimasukkan dulu di rumah untuk diberi label. Saya melihatnya sendiri,” kata Dody.

Dia berjanji pemerintah provinsi memberikan kemudahan pengurusan pendaftaran hak atas kekayaan intelektual ke Departemen Hukum dan HAM. “Karena itu, kami mendorong industri kreatif untuk mendaftarkan hak cipta dan patennya,” ujarnya.

Ketua Lembaga Kajian Budaya Kalbar Yosi Pontian Delyuswar mengatakan, pengurusan hak atas kekayaan intelektual, hak paten, dan merek sebagai perlindungan hukum atas karya ciptanya tidak terlalu sulit. “Cuma karena kurang sosialisasi, produsen tidak tahu cara mendaftarkan hasil karya ciptanya,” kata pria yang lembaganya pernah menyelenggarakan sosialisasi tentang hak paten dan hak cipta di Pontianak beberapa bulan yang lalu kepada Pontianak Post belum lama ini.

Sumber : jawapost

17 Tanggapan

  1. wah gawat, lagi2 klaim, lama kelamaan budaya Sunda, Jawa, Betawi, Batak, dll bisa diklaim juga tuh..

    • Saya pikir pemerintah semestinya tidak mengenakan biaya untuk mempatenkan hak cipta. Bisa subsidi silang

  2. bangsat,,, bener2 ngajak perang ni malayshit..

  3. Malaysia dan Sambas budayanya sama, jadi mau diklaim juga gak apa- apa.

  4. Malaysia memang serakah🙂

  5. anjrit, malingsia makin ngga tau malu aja..

    ya ampun ditempelin “made in malaysia” !!

    emang pd ngga kreatif tuh org malingsia😕

  6. Aduh, sampe kpn lo mau curi trus…

    kecewa jg gw sma org indonesia yg skrng tgl disana,
    OTAK LO KEMNA!!!!!

    harta bangsa dicuri, masa lo trima…

    Dalam puki ini Malaysia, perang aja deh…

  7. ambil ajah sesukanya…. begitulah ansib orang tak berpunya… milik orang diakuin semua wakakakakak

  8. Seharusnya Departemen Pariwisata dan Kebudayaan segera lakukan inventarisasi aset2 kebudayaan bangsa kita. Sehingga kita punya bukti kuat akan plagiat atau pencurian malaysia

  9. penulis artikel ini stupid and bullshit tapi bukannya bodoh… cuman sekedar stupid, bullshit and bastard.

    di nusantara ini… malaysia, siam, indonesia, singapura dan filipina itu berkongsi budaya sejak dari jaman mbahnya mbah mbah kalian. persamaan budaya pasti ada. kok stupid banget ga kepikir kesitu.

    anyway… you’re stupid and people like u always do bastard things!

  10. Setahu saya di Sambas tidak ada tenun ikat, yang ada kain tenun biasa, seperti songket. Menurut saya ini hanya rekayasa politik yang membesar2kan. Perlu lo ketahui semua ya, Budaya Melayu Sambas dengan Melayu serawak, Sabah, hingga Brunei itu sama bahkan Raja mereka dari keturunan yang sama, jadi gak heran kalo kain- kain dan pernak pernik budayanya sama, begitu pula dengan Dayaknya, antara kedua negara sama. Orang kalimantan gak heboh- heboh amat dengan hal ini.
    Kalian aja yang kayak cacing kepanasan.

  11. kok kamu marah2 sih?apa kamu lupa,warga kamu yang bnyk dtg ke malaysia?malahan jadi pendatang asing lagi?sudahla dtg menumpang,lagi mahu merompak,merogol,membunuh di sini….apa negara kamu enggak punya tempat lagi mau cari kerja?mau ngutuk2 pula….aku rasa enggak perlu mengata kerna kamu juga punya seribu kekurangan…salam…

  12. sekalian aja gempa yang ada di indo diakui malaysia🙂

  13. Very Interesting!
    Thank You!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: